Humas IAIN Parepare --- Guru besar UIN Syarif Hidayatullah, Prof. Dr. H. Dedi Djubaidi, MA., mendorong dan memotivasi dosen-dosen Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam (Fakshi) IAIN Parepare. Dedi Djubaidi berbicara di forum akademic writing yang digelar di ruang seminar Fakhsyi, Rabu, 6/11/2019.
Mantan Direktur Pendidikan Madrasah Pendis Kemenag RI., ini mendorong dosen IAIN Parepare untuk meraih gelar professor (guru besar). "Saya mengajak bapak/ibu berikrar untuk meraih gelar professor secepatnya. If you can dream it, then you can do it. Bermimpilah untuk menjadi professor, karena dengan mimpi itu maka kita pasti melakukannya," paparnya memberi semangat.
Prof. Dedi memotivasi dengan mengisahkan perjalanan seorang dosen filsafat yang kehilangan kesempatan untuk memperistri seorang perempuan cantik. "Dosen filsafat ini gagal karena terlambat mengambil keputusan. Tidak atau terlambat mengambil keputusan, maka kita akan kehilangan peluang dan kesempatan yang lebih baik".
"Kita harus berani melakukan perubahan. Jangan pernah ragu dan menyesalkan keadaan sekitar kita. Cepatlah mengambil keputusan dan lakukan perubahan. Jika mau professor, putuskan!!"demikian kata Prof. Dedi Djubaidi yang disampaikannya dengan sangat santai dan sedikit humor. Gaya dan style Prof. Dedi dalam menyampaikan materinya cukup mendapat perhatian dan menarik bagi para peserta.
Materi utama yang disampaikan Forum Akademic Writting Prof. Dedi Djubaidi terkait dengan penulisan jurnal atau karya ilmiah lainnya. Andi Bachri bertindak sebagai moderator. Hadir dalam kegiatan ini, Wakil Rektor Bidang AUPK, H. Sudirman L., Dekan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam, Muliaty, Wakil Dekan, Budiman dan Agus Muchsin.
Humas IAIN Parepare --- Apakah sesungguhnya parawista syariah itu? Jawaban dari pertanyaan di atas mengemuka pada acara Seminar Parawisata yang digelar oleh Program Studi Parawisata Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam hari ini, Selasa, 5/11/2019 di gedung Perputakaan lantai 5.
Seminar Parawisita ini menghadirkan dua pembicara utama, yaitu Amarun Agung Hamka, S.STP., M.Si., (Kepala Dinas Parawisata Kota Parepare) dan Muhammad Arifin M. Salim, M.Pd.,Ph.D. (Wakil Dekan Bidang Akademik Politeknik Parawisata Makassar). Keduanya berbicara secara bergiliran di depan mahasiswa dan dosen Prodi Parawisata Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Parepare. Suryadi Kadir bertindak sebagai moderator dalam seminar ini.
Dalam pembahasannya, Wakil Dekan Bidang Akademik Politeknik Makassar, Muhammad Arifin menguraikan istilah pariwisata syariah memang istilah baru dalam dunia pariwisata. Beberapa istilah lain yang bermakna senada antara lain Islamic Tourism, Halal Friendly Tourism Destination, Halal Travel, Muslim-Friendly Travel Destinations, atau halal lifestyle.
Konsep wisata syariah menurutnya, lebih luas dari wisata reliji, dimana kalau wisata reliji didefinisikan sebagai wisata dalam kerangka kepentingan ibadah/agama, misalnya haji dan umroh ke tanah haram, atau sebagian umat Islam berziarah ke makam-makam para wali/aulia/tokoh agama.
Adapun wisata syariah mengandung konsep yang lebih luas, yaitu pariwisata yang keseluruhan aspeknya tidak bertentangan dengan syariah. Dalam industri pariwisata terdapat banyak aspek dan pelaku yang terlibat, misalnya hotel dan akomodasi, makanan dan minuman, transportasi, fasilitas ibadah, dan tentu obyek wisata itu sendiri. Seluruh aspek ini haruslah tidak bertentangan dengan syariah, sederhananya halal dan toyyib.
Sementara itu, Kepala Dinas Parawisata Kota Parepare, Amarun Agung Hamka diawal materinya mengungkapkan harapannya untuk membangun sinergisitas antara Dinas Parawisita Kota Parepare dengan IAIN Parepare, khususnya Prodi Parawisita Syariah dalam mendorong dan menciptakan Parepare sebagai kota wisata.
"Kami sedang mengembangkan beberapa program wisata di kota Parepare. Misalnya "laoki mae Parepare". Program ini dihadirkan untuk mendatangkan wisatawan ke kota Parepare. Tentunya, kami membutuhkan sinergisitas dengan masyarakat, termasuk Prodi Parawisata IAIN Parepare untuk menyukseskan program tersebut," kata Amarung yang menjadi Kepala dinas termuda, dengan usia 36 tahun.
Seminar Parawisata ini dibuka oleh Wakil Rektor IAIN Parepare, Sitti Jamilah Amin. Dalam acara pembukaan, Wakil Rektor ini mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai acara yang sangat penting dalam mewujudkan eksistensi dan pengembangan Prodi Parawisata Syariah sebagai Prodi Baru. "Seminar ini penting dan seharusnya dosen-dosen kita antusias mengikuti acara seperti ini," katanya. "Ke depannya, pimpinan berobsesi untuk menjadikan Program Studi Parawasita sebagai salah satu prodi unggulan di IAIN Parepare".
Hadir dalam acara pembukaan Seminar Parawisata ini, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Muh. Kamal Zubaer, Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, KH. Abd. Halim K., Ketua Prodi Parawisata Syariah, Arqam, dan Kasubag KHM, Suherman Syach.
Humas IAIN Parepare --- Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare menggelar Kuliah Dosen Tamu di Gedung Seni Budaya, Senin, 4/11/2019. Hadir sebagai dosen tamu adalah Direktur Program Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Dedi Djubaidi, MA. Beliau sedang mengikuti Program Sabbatical Leave Tahun 2019.
Kegiatan Kuliah Dosen Tamu ini dihadiri sekitar 300 generasi milenial dari mahasiswa Fakultas Tarbiyah. Selain itu, hadir pula pejabat dan dosen-dosen Fakultas Tarbiyah. Kuliah ini mengangkat tema "Agen Pemahaman Moderasi Beragama untuk Generasi Milenial".
Dalam acara pembukaan, Dekan Fakultas Tarbiyah, Saefudin mengenalkan Prof. Dedi Djubaidi sebagai akademisi senior yang sarat pengalaman. Saefudin menyebut deretan karir dan jabatan beliau yang cukup panjang di lingkungan Kemenag RI merupakan indikator dari kapasitas dan dedikasi Prof. Dedi.
"Prof. ini pernah menjabat sebagai Pembantu Ketua III, Pembantua Ketua IV, dan Direktur Pascasarjana STAIN Cirebon. Karir beliau terus berlanjut menjadi Rektor IAIN Ambon (2008/2011). Selanjutnya pernah mengurus madrasah se- Indonesia ketika menjabat Direktur Pendidikan Mandrasah Pendis Kemenag RI. Saat ini, Prof. adalah Direktur Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Ciribon," kata Saefudin mengurai jabatan dosen tamunya.
"Kami berharap, Prof. Dedi memberikan semangat, motivasi, pengalaman dan ilmu pengetahuannya kepada kami. Khususnya kepada mahasiswa sebagai generasi milenial dalam menjalani kehidupan mereka," demikian harapan Dekan Fakultas Tarbiyah kepada Prof. Dedi Djubaidi.
Kurang lebih dua jam, Dedi Djubaidi berbicara dalam kuliah tamu ini. Beliau mengurai pokok-pokok pikirannya terkait eksistensi, peran, dan tantangan masa depan generasi milenial. Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengajak generasi milenial untuk menanamkan pola pikir dan pola perilaku yang terbuka dan moderat dengan mencontoh perilaku Rasulullah Saw.
"Ketika terjadi fathul makkah, ada peristiwa provokatif yang dialami Rasulullah. Pada saat umat Islam merayakan pembebasan kota Makkah dengan meneriakkan "yaumul marhamah" (hari kasih sayang). Ada seorang pemuda berteriak "yaumul "malhamah" (hari pencincangan) dari atas bukit. Teriakan pemuda tersebut membuat sahabat Rasulullah terprovokasi dan menghunus pedang masing-masing".
"Melihat sahabat-sahabatnya terprovokasi, Rasulullah Saw bersikap tenang dan meredam emosi sahabatnya. Rasulullah meminta sahabat untuk tidak terpancing dengan teriakan provokatif tersebut dengan alasan yang masuk akal. Hasilnya sahabat Rasulullah kembali tenang dan memasukkan kembali pedang ke gagangnya masing-masing", kisah Wakil Ketua LPTNU PB NU dihadapan mahasiswa.
Kisah tersebut diketengahkan Prof. Dedi Djubaidi melihat fenomena masyarakat hari ini yang cepat terprovokasi. "Hanya melihat pernyataan atau isu-isu tidak jelas melalui whatshap, facebook dan medsos lainnya, kita langsung emosional, marah atau tepecah belah".
Menurutnya, ada 3 type perilaku manusia, yaitu 1) orang senang menyalahkan orang lain, 2) tidak menyalahkan orang lain, tetapi belajar menyalahkan dirinya sendiri, dan 3) orang tidak menyalahkan menyalahkan siapa-siapa. Type orang yang ke- 3 menurut Prof. Dedi adalah orang yang bijak. Sementara type yang ke- 2 adalah orang sedang/mau belajar.
Beliau mengajak generasi milenia, jika belum bisa menjadi orang bijak, maka jadilah orang yang mau belajar dan tidak menyalahkan orang lain. "Islam ini adalah rahmatan lil alamin. Islam mengedepankan kasih sayang. Jika karakter ini dimiliki maka hidup ini menjadi tenang dan bahagia. Jika rahmat itu dominan, maka tidak ada lagi orang yang menakuti dan membuat sedih orang lain".
"Mulai dari Surah al- Fatihah sampai Surah an- Naas dalam al- Quran adalah pentunjuk. Ajaran-ajaran di dalamnya adalah pedoman alam semesta. Jika diamalkan maka akan membentuk karakter yang sakinah, mawaddah wa rahmah. Karakter-karakter itulah yang disebut perilaku moderat. "Jadi marilah kita menunjukkan kepada siapa pun dan kepada dunia, bahwa generasi milenia lebih memilih karakter "rahmah" kasih sayang" paparnya mengajak mahasiswa.
Humas IAIN Parepare--Dalam rangka meningkatkan kualitas dan keahlian mahasiswa dalam membuat karya ilmiah terutama dalam pembuatan skripsi, fakultas tarbiyah menyelenggarakan workshop Academic writing bagi mahasiswa tarbiyah di ruang seminar lantai dua gedung tarbiyah, minggu (03/11).
Kegiatan ini dimulai pukul 08.00 WITA, diawali dengan perkenalan pemateri academic writing oleh dekan fakultas tarbiyah Dr. H. Saepuddin, S.Ag, M.A. kemudian dilanjutkan dengan materi oleh prof.Dr. Dedi Djubaedi, M.A.
Materi yang disampaikan oleh Prof.Dedi, yang pertama adalah dengan membuka pikiran positif agar kegiatan workshop ini dapat berjalan dengan lancar yang diawali dengan mengajak peserta berdiri serta bersama-sama membaca doa.
Kemudian prof. Dedi juga menyampaikan sebuah kisah inspriatif bahwa untuk menulis sebuah karya ilmiah intinya tidak pernah ragu dan tidak pernah menyesal.
“tidak pernah ragu untuk memulai sesuatu jangan dan tidak pernah menyesal untuk melaksanakan sesuatu” ungkapnya.
Selanjutnya, masuk materi inti, Prof. Dedi menyampaikan bahwa mahasiswa yang ingin membuat karya ilmiah terutama penyelesaian skripsi, yang pertama adalah membuat draft sesuai dengan penelitian yang ingin di teliti oleh mahasiswa, kedua adalah mencari jurnal jurnal yang sesuai dengan yang diangkat oleh mahasiswa.
“bagi mahasiswa calon S1 sebanyak-banyaknya 20 jurnal sebagai bahan rujukan sedangkan bagi mahasiswa S2 sebanyak 50 jurnal dan mahasiswa S3 sebanyak 100 judul jurnal” tambahnya saat memberikan materi.
Adapun kegiatan workshop berjalan lancar hingga akhir kegiatan, dimana diikuti bukan hanya mahasiswa saja tetapi juga ada dari mahasiswa pascasarjana dan dosen dari fakultas tarbiyah.
Humas IAIN Parepare--Sosialisasi BNI Syariah Cabang Kota Parepare disambut baik oleh pimpinan IAIN Parepare dalam hal ini diwakili oleh wakil rektor bidang Administrasi dan keuangan lembaga Dr. Sudirman dan kepala Biro AUPK Hj. Musyarrafah Amin di gedung balai seni dan budaya IAIN Parepare,jumat (0/11).
Kedatangan pihak BNI Syariah ke kampus IAIN Parepare dalam rangka kegiatan literasi keuangam syariah dan sosialisasi serta penawaran produk BNI Syariah di ruang lingkup IAIN Parepare.
Sosialisasi ini selain dihadiri oleh pimpinan dan pegawai IAIN Parepare, juga dihadiri oleh beberapa mahasiswa dari berbagai fakultas di IAIN Parepare. Dwi Priandi, selaku Operasional Manager BNI Syariah Parepare menyampaikan bahwa kegiatan ini sebenarnya bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai literasi keuangan syariah Dwi juga memjelaskan bahwa ada beberapa produk yang ditawarkan kepada pegawai IAIN adalah salah satunya Hasanah Card IB Hasanah, solusi kartu pembiayaan untuk pegawai IAIN Parepare yang dapat berfungsi sebagai kartu kredit yang berdasarkan prinsip syariah untuk Mendapatkan barang yang konsumtif dan halal.
Kemudian ada paket Fleksi Umrah IB Hasanah yang ditawarkan kepada pegawai sebagai solusi untuk yang ingin bersegera memperoleh manfaat jasa paket perjalan ibadah umrah. "Intinya penggunaan produk BNI Syariah ini sesuai dengan tuntutan syariah serta penggunaannya bisa dilakukan di outlet-outlet halal" tambahnya. Dan terakhir kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh pihak BNI Syariah berjalan lancar hingga selesai uang ditandai dengan penyerahan cendera mata oleh BNI Syariah kepada IAIN Parepare.
Humas IAIN Parepare --- Pusat Akreditasi LPM IAIN Parepare menggelar workshop Penyusunan LED dan LKPS Instrumen Akreditasi Program Studi (APS) 4.0. Workshop ini akan berlangsung selama 3 hari, yaitu Sabtu-Senin, 02-04/11/2019 di gedung Perpustakaan IAIN Parepare.
Acara workshop ini dibuka oleh Rektor IAIN Parepare, Ahmad S. Rustan. Dalam arahannya, Ahmad S. Rustan mengakui jika proses Akreditasi Program Studi (APS) semakin berat. Khususnya setelah terjadi penambahan standar akreditasi, dari borang 7 standar menjadi borang 9 standar akreditasi.
Selain perubahan standar akreditasi tersebut, Rektor menyebutkan beberapa permasalahan utama yang dihadapi dalam proses APS ini, yaitu masalah visitasi yang kekurangan anggaran. Anggaran BAN PT tidak cukup untuk membiyai semua proses akreditasi. "Untuk masalah ini, Dirjen Pendis berencana menyiapkan anggaran tambahan untuk 400 program studi PTKIN se- Indonesia," kata Ahmad S. Rustan.
Masalah lain menurut Rektor, banyak program studi yang status akreditasinya expired. Masalah ini menjadi persoalan umum yang dialami hampir semua PTKIN. Masalah terakhir yang disebut Rektor adalah adanya persamaan (similaraty) dalam penyusunan Laporan Evaluasi Diri (LED) pada masing-masing program studi.
Untuk masalah terakhir ini, Rektor mengeluhkan sistem aplikasi LED, yang menurutnya sulit menghidarkan "similaraty" evaluasi diri program studi yang berada pada perguruan tinggi.
Melalui Workshop ini, Rektor berharap tim akreditasi memperoleh peningkatan pengetahuan teknis dalam mengatasi permasalahan proses akreditasi. Untuk itu, beliau meminta dengan sangat kepada narasumber agar memberikan materi dan pembekalan yang mendalam pada acara workshop ini.
Sebelumnya, Wakil Rektor Bidang APK, Sitti Jamilah Amin selaku penanggung jawab tim akreditasi melaporkan jika dirinya mengaku kesulitan untuk mencari dan mendatangkan narasumber.
"Dr. H. Muhammad Fakhri Husein, SE., M. Si adalah assesor yang super sibuk. Saya butuh waktu yang cukup lama membujuk beliau agar berkenan datang ke Parepare. Dalam alhamdulillah, beliau bersedia. Meski beliau harus meninggalkan keluarganya dalam waktu yang lama", kata Sitti Jamilah Amin menceritakan sulitnya mendatang narasumber tersebut.
Workshop ini diikuti oleh para Dekan, Wakil Dekan, Ketua Program Studi, dan Tim Akreditasi IAIN Parepare.
Humas IAIN Parepare --- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare mengikuti Program Sabbatical Leave (Professor Exchange) tahun 2019. Program ini digelar oleh Ditjen Pendis Kementerian Agama RI. IAIN Parepare ditetapkan sebagai salah satu objek / lokasi pelaksanaan program tersebut.
Hari ini, Sabtu, 2/11/2019, Rektor IAIN Parepare, Ahmad S. Rustan bersama jajarannya menerima dan menyambut, Prof. Dr. Dedi Djubaidi, M. Ag selaku professor yang ditugaskan sebagai peserta Program Sabbatical Leave di IAIN Parepare. Acara penyambutan ini berlangsung di gedung Perputakaan Lt. 5.
Dalam acara penyambutan tersebut, Rektor mengaku senang atas kehadiran Prof. Dr. Dedi Djubaidi, M. Ag., di kampus IAIN Parepare. Rektor menyebut jika professor yang menjadi tamunya ini sudah tidak asing lagi di lingkungan Kementerian Agama RI, khususnya di PTKIN. "Beliau adalah mantan Rektor IAIN Ambon tahun 2008-2011, mantan Direktur Madrasah Pendis Kemenag, Mantan Kepala Puslitbang Kemenag, dan sekarang menjadi Direktur Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cerebon".
"Professor adalah inspiring for us" kata Ahmad S. Rustan setelah mendengar sambutan dari Dedi Djubaidi. Rektor beserta jajaran pejabatnya merasa takjub dengan berbagai pengalaman dan motivasi hidup sang Professor. Dedi Djubaidi mengenalkan dirinya kepada pimpinan IAIN Parepare dengan menceritakan pengalamannya, khususnya ketika menjabat sebagai Rektor IAIN Ambon.
Dedi Djubaidi menceritakan pengalamannya dengan gayanya yang santai dan humoris tetapi sarat makna dan motivasi. Sehingga suasana pertemuan begitu cair, santai dan berlangsung penuh keakraban. Dan dari gaya bahasa itu juga lah, Ahmad S. Rustan menebak, jika Dedi Djubaidi ini berasal dari pesantren Gontor. Ternyata mereka berdua satu alumni. Jadilah mereka bernostalgia. Mereka reuni bertiga bersama Dekan Fakultas Tarbiyah, Saefudin yang juga alumni Gontor.
Kehadiran Prof. Dr. Dedi Djubaidi di kampus IAIN Parepare untuk melaksanakan Program Sabbatical Leave. Ada 4 program yang akan dilaksanakan yaitu mengakselerasi guru besar, penulisan jurnal ilmiah, pendampingan program akreditasi, dan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. "Kita akan melaksanakan berbagai program yang dapat mendorong peningkatan kualitas akademik," kata Wakil Rektor Bidang APK, Sitti Jamilah Amin.