Rabu, 15 Januari 2020

Emak-emak Belajar Berkomunikasi Efektif dengan Anak


Humas IAIN Parepare --- Pengurus Dharma Wanita (DWP) Unit IAIN Kota Parepare peruode 2019-2023 melaksanakan kegiatan bulanan berupa pengajian keluarga di kantor Pengurus DWP, Rabu,15/01/2020. Pengurus DPW bergandengan dengan Pusat Studi Gender dan Anak IAIN Parepare dalam kegiatan tersebut.





Kali ini mereka melakukan pengajian keluarga dengan mengangkat tema yang terkait dengan tugas mereka sebagai ibu rumah tangga. Melalui pengajian ini, emak-emak yang terhimpun dalam keluarga besar Dharma Wanita Persatuan uni IAIN belajar tentang cara berkomunikasi yang efektif dengan anak-anak.









Dosen dan Psikolog IAIN Parepare, A. Tien Asmara Palintan, M. Pd., bertidak sebagai narasumber. Dalam kajiannya, A. Tien Asmara mengetengahkan peran dan urgennya komunikasi dalam keluarga. "Komunikasi itu sangat penting dalam membangun hubungan rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rahmah," paparnya.





"Ruang komunikasi dengan anak itu sangat luas. Karena mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi, semuanya mengandung komunikasi. Sementara komunikasi orangtua sangat berperan dan berpengaruh terhadap pembentukan karakter anak. Oleh karenanya, seorang ibu harus tahu cara berkomunikasi yang baik dan efektif dengan anak," ulas alumni psimologi Universitas Negeri Makassar ini.





"Banyak masalah yang dihadapi seorang anak, justru akibat dari cara berkomunikasi orangtua saat menyampaikan pesan kepada anak. Mungkin saja maksud dan tujuan dari pesannya baik, tapi karena cara menyampaikannya tidak tepat atau salah maka dampaknya berbeda dan tidak sesuai dengan harapan orangtua".





Misalnya, papar Dosen PIAUD Fakultas Tarbiyah ini melanjutkan, kata-kata larangan seperti “tidak” atau “jangan”. Kebanyakan anak tidak terima dan tidak suka dengan kata-kata larangan tersebut. Semakin mereka dilarang semakin menunjukkan sikap berlawanan dan cenderung melakukan apa yang dilarang kepada mereka.





"Bahkan akibatnya bisa fatal karena mereka dapat meniru kembali cara kita menolak permintaannya. Bahkan, anak yang sering menerima kata larangan memiliki kemampuan bahasa yang kurang dibandingkan anak lain yang sering menerima kalimat positif. Oleh karenanya, baiknya ganti kata larangan dengan dengan kata mengajak, atau kalimat introgatif dengan kalimat observatif," tegasnya.





Kegiatan pengajian keluarga ini dipandu oleh Fauziah Jahrawati dan dihadiri langsung Ketua Pengurus Dharma Wanita Persatuan Unit IAIN Kota Parepare, Mulyani Ahmad, Kepala Pusat Studi Gender dan Anak, Hj. Hasnani dan sejumlah anggota DWP lainnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar