HUMAS IAIN Parepare--- Program studi Bimbingan Konseling Islam (BKI) Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Parepare menggelar seminar nasional bimbingan pra nikah dengan tinjauan pendekatan agama, psikologi dan finansial di Aula serbaguna IAIN Parepare, Selasa (17/12/2019).
Kegiatan tersebut merupakan tugas akhir dari mata kuliah psikologi keluarga muslim.
Emilia Mustary selaku dosen pengampuh mata kuliah mengungkapkan pemilihan tema persiapan pra nikah karena adanya dinamika dalam berkeluarga.
“Cukup banyak konflik yang terjadi karena hal-hal yang tidak atau belum dipersiapkan ketika akan menikah. Banyak yang menikah tidak memiliki visi yang jelas, tidak paham tentang karakteristik masing-masing wanita dan laki-laki sehingga berpengaruh pada hubungan dan komunikasi dalam rumah tangganya. Tidak jarang juga terjadi konflik karena pengelolaan keuangan yang tidak baik yang lagi-lagi karena sebelum menikah memang tidak disiapkan,”jelasnya.
Persiapan pranikah juga dirasa sangat penting menurut Emilia.
“Persiapan pranikah dirasa sangat penting untuk menjadi bekal membangun keluarga harmonis, sakinah, mawaddah, warahmah. Selain itu, banyak dari mahasiswa di IAIN Parepare yang menikah saat masih menjadi mahasiswa,” tambahnya.
Hadir tiga narasumber di antaranya Tamsil Hadi SE, MM (Kepala SPI IAIN Parepare/Analisis Aplikasi dan Pengelolaan Sistem Keuangan IAIN Parepare), DR. Hj. Asniar Khumas, M.Si (Dosen Fakultas Psikologi UNM) dan DR. Hj. Rusdaya Basri, Lc., M.Ag (Dekan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam IAIN Parepare dan Penulis Buku Fiqih Munakahat).
Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah Abdul Halim K, mengapresiasi kegiatan seminar ini.
“Acara ini sangat tepat apalagi ke depan mahasiswa menjadi estafet kepemimpinan di semua lini kehidupan, kita bekali diri semantap mungkin,” ucap Abdul Halim K sebelum membuka kegiatan. (hyn)
Kendari--- Bertempat di Ruang Rapat Rektorat IAIN Kendari, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare merintis kerjasama pelaksanaan KPM Nusantara dengan IAIN Kendari.
Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Senin, 16 Desember 2019 disambut langsung oleh Wakil Rektor 1 dan Bapak Dr. Husain Insawan, M.Ag., dan wakil Rektor 3 bapak Dr Herman, MPd “Kami menyambut baik kegiatan KPM ini, tinggal melakukan koordinasi dengan LP2M dan fakultas IAIN Kendari dalam KPM ini”.
Dr. Husain dalam sambutannya menyatakan kesiapan IAIN Kendari dalam Berkolaborasi, lebih lanjut disampaikan “IAIN Kendari siap untuk ikut serta dalam KKN Nusantara di Labuan Beropa dan IAIN Kendari akan mempersiapkan 20 mahasiswa terbaiknya” tegasnya.
Rektor IAIN Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan, M.Si dalam sambutannya menyatakan, melalui kegiatan KPM Nusantara ini diharapkan tercapai penyemarataan pendidikan nasional, dan KPM nusantara inilah sebagai wujud pelaksanaan program Pemerintah dalam mencapai Indonesia yang berkeadilan dan merata dan Indonesia yang berkemajuan. Selain itu, kegiatan KPM Nusantara makin membuktikan NKRI Harga Mati dan Bhinneka Tunggal Ika.
Dr. Ahmad Sultra Rustan, M.Si mengungkapkan KPM Nusantara adalah program pengabdian IAIN Parepare tahun 2020, “Program IAIN Parepare tahun 2020 mengharuskan KPM Nusantara dan Pemilihan Lokasi KPM haruslah tempat yang memiliki karakter UNIK”, ucapnya.
Selain memiliki karakter yang “UNIK”, Ketua LPM, Dr. Herdah, M.Pd yang juga turut melaksanakan kegiatan studi kelayakan pada Lokasi KPM Nusantara mengatakan Desa Labuan Beropa memiliki kelayakan untuk dijadikan desa dampingan.
Kegiatan KPM Nusantara akan memberikan dampak positif bagi masyarakat, “Dampak dari Kegiatan KPM Nusantara adalah pengingkatan harkat dan martabat masyarakat Desa Labuan Beropa”, ucapnya.
Ketua LP2M IAIN Parepare, Dr. Hj. Muliati., M.Ag menambahkan, melalui kegiatan KPM Nusantara ini IAIN Parepare berupaya membangun hubungan yang baik dengan IAIN Kendari, “Menyambung hubungan silaturrahim dengan IAIN Kendari”, tuturnya.
Humas IAIN Parepare --- Pegawai dan dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare kembali melaksan upacara bendera hari Kesadaran Nasional. Kali ini dipusatkan di halaman kantor Zona Akreditasi, Selasa, 17/12/2019.
Upacara bendara yang dilaksanakan secara rutin setiap tanggal 17 ini berlangsung hikmat. UPT Perpustakaan bertindak sebagai pelaksana upacara. Dalam pelaksanaan upacara bendera, pustakawan berkolaborasi dengan melibatkan beberapa organisasi mahasiswa sebagai petugas upacara.
Ormawa Pramuka bertindak sebagi pengibar bendera, pemimpin upacara dari ormawa Menwa, Ajudan Pembina upacara dari KSR PMI, paduan suara dari ormawa Animasi. Sementara pembaca susunan acara, UUD 1945, Panca Prasetya KORPRI dan Doa berasal dari pustakawan. Mereka berkolaborasi sebagai petugas upacara.
Kepala UPT Perpustakawan, Usman bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanahnya, Usman banyak menyampaikan perihal layanan perpustakaan.
"Perpustakaan berfungsi sebagai salah satu faktor yang mempercepat akselerasi transfer ilmu pengetahuan, oleh karena nya perpustakaan merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam sistem pendidikan suatu lembaga. Selain itu juga perpustakaan berfungsi sebagai sumber informasi, dan merupakan penunjang yang penting artinya bagi suatu riset ilmiah, sebagai bahan acuan atau referensi".
Usai upacara bendera, pegawai dan dosen melakukan absensi kehadiran. Seperti yang diketahui bersama, Pimpinan IAIN Parepare mewajibkan setiap pegawai dan dosen untuk mengikuti upacara bendera hari Kesadaran Nasional setiap bulannya. Jika tidak hadir upacara, maka dianggap tidak masuk kerja pada hari itu.
Andoolo, Konawe Selatan---- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare melaksanakan kegiatan rintisan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian.
Kunjungan Rektor IAIN Parepare dan Tim diterima oleh Wakil Bupati Konawe Selatan, Dr. H. Arsalim, SE., M.Si.
Wakil Bupati Konsel menyambut dengan baik kegiatan rintisan kerjasama tersebut, Senin (16/12/2019) lalu, di Rumah Jabatan Bupati Konawe Selatan.
Hadir juga dalam kesempatan tersebut Camat Laonti. Kecamatan yang rencananya akan dilaksanakan KPM Nusantara tahun 2020.
Selain itu, kunjungan kerja ini terkait pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi, IAIN Parepare sebagai institusi pendidikan di bawah naungan Kementerian agama menaruh perhatian besar pada upaya pencapaian tujuan pendidikan nasional yang salah satunya pemerataan pendidikan.
Wakil Bupati Konawe Dr. H. Arsalim, SE., M.SI dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kunjungan kerja dan rintisan kerjasama yang dilakukan oleh IAIN Parepare. “Program ini sangat baik dan Insya Allah dalam waktu dekat Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan akan mengujungi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare untuk melaksanakan tindak lanjut rintisan kerjasama ini” ucapnya.
Rektor IAIN Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan, M.Si. menilai Desa Labuan Beropa yang berada pada Kabupaten Konawe Selatan sangat layak dijadikan lokasi binaan, data tersebut dipaparkan setelah melaksanakan studi kelayakan. “Selain respon masyarakat sangat positif, desa Labuan Beropa layak dijadikan desa binaan, beberapa data yang diperoleh tim dan ditinjau dari beberapa aspek menjadikan desa ini ditetapkan sebagai wilayah binaan”.
Lebih lanjut, Wakil Bupati Konawe Selatan tidak menampik hal tersebut, beliau menuturkan “Masyarakat sangat senang jika didekati lewat pendekatan kultur dan keagamaan. Apalagi di lokasi tersebut jumlah masyarakat yang beragama Islam mencapai 100 persen”.
Kegiatan ini akan dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antar Bupati Konawe Selatan dan Rektor IAIN Parepare yang akan dilaksanakan di IAIN Parepare.
Humas IAIN Parepare --- Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN ) Parepare dan Tim Pelaksana melakukan kunjungan ke Kendari untuk melakukan Studi Kelayakan kuliah pengabdian masyarakat (KPM ) Nusantara.
Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk mengobservasi dan selanjutnya akan menetapkan kelayakan lokasi KPM Nusantara untuk tahun 2020 , Minggu (15/12/2019).
Kegiatan yang dilaksanakan di Konawe Selatan, salah satu kabupaten di Sulawesi Tenggara ini merupakan bagian dari pengamalan salah satu tri dharma perguruan tinggi yakni pengabdian pada masyarakat yang salah satu bentuk kegiatan tersebut diwujudkan dalam bentuk Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Nusantara, yang dulunya dikenal dengan nama Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Sebelumnya, IAIN Parepare telah melakukan Studi kelayakan pada beberapa wilayah Pada Desember ini, hasil telaah wilayah pada lokasi kunjungan kali ini ditemukan sedikitnya terdapat di desa tersebut memiliki 1 sekolah dasar dan 1 sekolah menengah pertama (satu atap) dinilai layak untuk mendapatkan kesempatan dijadikan lokasi studi kelayakan KPM Nusantara.
Kegiatan ini fokus pada pemetaan potensi pada lokasi yang dikhususkan pada masyarakat nelayan di Desa Labuan Beropa, Kecamatan Laonti, Kab.Konawe Selatan. Desa ini masuk kategori wilayah terpinggir,terluar dan terisolasi mengingat desa ini berada dipesisir dan akses yg dapat ditempuh ke desa tersebut untuk sementara hanya bisa lewat jalur laut, dengan menggunakan perahu bermotor. Listrik yang digunakan hanya mengandalkan listrik tenaga surya.
Tim Pelaksana Tugas Studi Kelayakan melakukan interview yang mendalam kepada aparat pemerintah desa, kepala sekolah, guru, ketua karang taruna, imam, muadzin dan masyarakat lainnya di desa Labuan Beropa dengan instrumen observasi dan wawancara meliputi; Data keagamaan, data potensi desa, data kependudukan, data pemerintahan desa, data sosial dan kemasyarakatan, data konflik dan mitigasi bencana dan data ekonomi.
Keseluruhan data yang diperoleh akan menjadi acuan dalam memilih dan memilah lokasi tersebut untuk menetapakan kategori layak/dipertimbangkan/tidak layak.
Dalam kegiatan ini, Tim menemukan beberapa data yang sesuai dengan standar kelayakan suatu lokasi untuk dijadikan Lokasi KPM Nusantara. Diantaranya pernyataan Rektor IAIN Parepare ketika berdialog langsung dengan kepala Desa, Abdul Latif dan sejumlah warga. tentang tanggapan masyarakat terkait rencana pelaksanaan Kegiatan KPM Nusantara dilokasi tersebut.
Setelah melakukan interview dan mengevaluasi serta menelaah hasil data yang diperoleh tim pelaksana studi kelayakan KPM di lokasi, Rektor menilai daerah ini layak untuk dijadikan lokasi KPM Nusantara.
“saya anggap daerah ini bisa dikatakan layak untuk dijadikan wilayah KPM nusantara, bahkan daerah ini jika dikelola dan dikembangkan dengan baik dapat menjadi salah satu destinasi desa wisata. Satu yang unik dari desa ini, karena desa ini belum pernah tersentuh dari perguruan tinggi manapun, desa ini kita akan mengawali kegiatan KPM Nusantara kita, sehingga perguruan tinggi kitalah yang akan menjadi yang Perguruan Tinggi pertama yang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di tempat ini”.
Hal ini disambut baik oleh Kepala Desa Labuan Beropa, “saya kira masyarakat akan sangat bersyukur, setelah beberapa tahun Desa ini belum pernah ada yang melakukan kegiatan KKN di tempat ini, dan kegiatan ini sangat positif bagi masyarakat.
Wakil Rektor 1 IAIN Parepare, Dr. Sitti Jamilah Amin, M.Ag. mengatakan “Desa ini memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan, antara lain; kebun jangka panjang seperti jambu mete dan pala”. Desa ini juga memerlukan perhatian dan sentuhan dari aspek kesehatan “sampah plastik dan lain lainnya banyak terlihat di sekitar pantai sehingga Pembersihan pantai dari sampah dapat dijadikan sasaran program kerja, dan masih kurangnya masyarakat menyadari akan pentingnya kebersihan lingkungan mereka terdapat beberapa tempat yang tidak memiliki MCK yang baik, ini dapat dilihat dari reaksi kebingungan mastarakat ketika dimintai tolong untuk numpang memanfaatkan toilet yang ada di rumah masyarakat ditambah pula sangat terbatasnya air bersih, ini rentan akan terserang beberapa jenis penyalit dilingkungan mereka, untuk itu kita akan mencoba bekerjasama dengan SKPD setempat khususnya pada kegiatan pendampingan kesehatan”
Hal ini sejalan dengan data pemerintahan desa yang menunjukkan tidak adanya tenaga kesehatan yang menetap/ditempatkan didesa tersebut.
Selain itu, Wakil Dekan 1 Fakultas syariah dan hukum Islam, Budiman, MHI yang bertugas mencari data keagamaan menuturkan: “Berdasarkan hasil wawancara diperlukan pembinaan kepada masyarakat khususnya pembelajaran Iqra, karena selama ini masyarakat hanya diajarkan sampai sebatas paham dan menyambung, tapi masih kurang dalam hal pengucapan huruf hijaiyyah. "Saya kira ini harus menjadi perhatian, sehingga saat selesai Iqra mereka tidak lagi di bina pengucapan huruf-huruf hijaiyyahnya lagi," tegasnya.
Lebih lanjut, An Ras Try Astuti, ME mengatakan “Kegiatan KPM Nusantara sudah sejalan dengan Program Nasional yang mendukung peningkatan Akreditasi Lembaga”. Melalui kegiatan ini diharapkan mahasiswa memeroleh pembelajaran dalam berinteraksi dengan masyarakat dan membantu masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup melalui kegiatan pemberdayaan potensi desa menuju kemandirian ekonomi.
Adapun Tim Pelaksana Studi Kelayakan KPM yang dilaksanakan mulai tanggal 14-17 Desember adalah Dr.Ahmad Sultra Rustan, M.Si (Rektor IAIN Parepare), Dr. Sitti Jamilah Amin, M.Ag (Wakil Rektor 1), Dr. H. Sudirman L ,MH( Wakil Rektor 2), Dr. Hj, Muliati, M.Ag (Ketua LPPM), Dr. Herdah, M.Pd (Ketua LPM), Dr. H. Saepudin, M.Ag (Dekan Fakultas Tarbiyah), Budiman, MHI (Wakil Dekan 1 Fakultas Syariah dan Hukum Islam), Muhammad Ahsan, M.Sos.I (Sekretaris LPPM), An Ras Try Astuti, ME (Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat) dan Indrawansyah (Staff administrasi).
Humas IAIN Parepare --- Mahasiswa penerima program beasiswa bidikmisi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare mengadakan kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di Masjid al- Washilah, Ahad, 15/12/2019.
Kegiatan Maulid tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor, H. Muhammad Saleh, Kepala Bagian Akademik, Naharuddin, Kepala Sub Bagian Akademik sekaligus pembina mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi, Sunandar, Kepala Sub Bagian Kemahasiswaan,, Hj.Asia, Staf Akademik, Khadijah Saleh dan Akmal.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, H. Muhammad Saleh memberikan motivasi dan berbagi spirit dan inspirasi kepada mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi. "Kalian semua adalah mahasiswa pilihan. Pilihan karena berhasil melalui seleksi yang ketat. Banyak mahasiswa yang berminat tapi kalianlah yang terpilih. Itulah takdir kalian yang ditetapkan oleh Allah Swt.," katanya.
"Sebagai penerima beasiswa, inilah kesempatan terbaik bagi kalian untuk belajar dan berprestasi. Jangan pernah berkecil hati sebagai penerima beasiswa bidikmisi yang identik "orang miskin". Tunjukkan bahwa kalian bisa dan jauh lebih baik dari mereka. Jangan sia-siakan fasilitas negara yang diberikan kepada kalian berupa beasiswa ini," papar H. Muhammad Saleh memberi motivasi.
Mantan Ketua Jurusan Dakwah dan Komunikasi ini pun menceritakan masa-masa perjuangannya saat menempuh pendidikan, mulai dari sekolah dasar sampai kuliah. Sebagai anak yang berasal dari kampung dengan 9 orang bersaudara, H. Muhammad Saleh cukup merasakan duka cita dan deritanya sekolah. Dia harus belajar, kerja keras sekaligus mencari nafkah. Melawan gensi menjadi seorang cleaning service demi tekad dan cita-citanya. "Alhamdulillah, apa yang saya raih hari ini adalah hasil dari perjuangan itu," ujarnya.
Sebagai penanggung jawab program beasiswa, Wakil Rektor ini juga mengingatkan kepada mahasiswa terkait perubahan sistem pengelolaan beasiswa. "Bidikmisi akan berubah menjadi KIP Kuliah dengan indikator penilaian dan seleksi yang berbeda dengan sebelumnya. Parameternya bukan lagi sekedar melihat nilai IPK, tetapi akan dilihat dari prestasi dan kompetensi dalam bentuk karya ilmiah, pengabdian, atau keunggulan lain".
Hadir sebagai pembawah hikmah Maulid, ustas Muhammad Lukmad, S. Pd.I., salah satu alumni STAIN Parepare yang telah menjadi penceramah kondang. Beliau meminta mahasiswa penerima beasiswa untuk bersyukur dan tidak takabbur. "Jadilah contoh atau tauladan bagi mahasiswa lainnya, dengan menunjukkan adab, akhlak dan prestasi akademik yang jauh lebih baik."
HUMAS IAIN Parepare----Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Parepare mengadakan Sekolah Riset Mahasiswa Sosiologi Agama (SRM-SA). Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari ini, mulai tanggal 13 sampai 14 Desember 2019 dengan mengangkat tema optimalisasi riset mahasiswa Sosiologi Agama untuk pengembangan masyarakat Islam di era 4.0.
Hadir tiga narasumber, yakni dari Universitas Hasanuddin Dr. Nuvida Raf, dosen Sosiologi Unhas dengan materi dasar-dasar penelitian sosial, Adnan Achiruddin Saleh (Dosen IAIN Parepare) dengan materi pengenalan dunia riset bagi mahasiswa dan Abd. Wahidin dengan materi Pengembangan masyarakat berbasis riset.
Ketua Prodi Sosiologi Agama, Sulvinajayanti mengungkapkan salah satu prospek kerja alumni Prodi Sosiologi Agama yaitu menjadi peneliti sosial. Adanya kegiatan sekolah riset ini mahasiswa diharapkan mampu memetakan masalah yang ada di masyarakat.
"Sekolah riset ini memetakan masalah yang ada di masyarakat, melakukan wawancara dan outcome dari kegiatan ini adalah penelitian kolaborasi dosen dan mahasiswa yang akan dipublish dalam bentuk artikel maupun buku. Kegiatan ini akan berlanjut pada metode penulisan, publikasi dan sitasi,” jelas Sulvinajayanti.
Di hari kedua, peserta yang tediri dari 20 orang ini melakukan praktik observasi lapangan. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Panitia, Mahyuddin.
“Sebanyak 20 mahasiswa Sosiologi Agama diikutkan dalam kegiatan ini mulai dari mahasiswa semester satu, tiga dan lima. Mereka mengambil lokasi di Desa Ujung Lero Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang,” jelasnya.
Ketua Prodi Sosiologi Agama menerangkan proses penelitian yang dilaksanakan oleh mahasiswa Sosiologi Agama sengaja menyasar kelompok-kelompok masyarakat daerah pesisir. “Kegiatan ini nantinya akan berlanjut. Kegiatan praktikum dan kunjungan lapangan adalah langkah pembelajaran awal mahasiswa. Ke depannya kita akan mengambil salah satu lokasi sebagai desa binaan prodi sosiologi agama,” tambahnya. (hyn).