Senin, 27 Januari 2020

Pakar Curiga Virus Corona Berasal dari Laboratorium di Wuhan






Epidemi virus corona yang tengah menyebar secara global bisa jadi berasal dari laboratorium di Wuhan, yang terkait dengan program senjata biologi rahasia China. Hal ini diungkapkan oleh seorang ahli perang biologis Israel.





Minggu ini, Radio Free Asia menyiarkan ulang laporan televisi lokal Wuhan dari tahun 2015 lalu, yang menunjukkan laboratorium penelitian virus paling maju di China, yang dikenal sebagai Institut Virologi Wuhan.





Laboratorium itu adalah satu-satunya tempat yang dinyatakan China mampu mengerjakan virus-virus mematikan.





Mantan petinggi intelijen militer Israel yang telah mempelajari senjata biologi China, Dany Shoham, mengatakan kalau institut ini berhubungan dengan program senjata biologi rahasia Beijing.





"Laboratorium tertentu di institut ini mungkin terlibat dalam hal penelitian dan pengembangan senjata biologis China. Setidaknya sebagai pelengkap, namun bukan sebagai fasilitas utama penyelarasan senjata biologi," katanya dikutip dari Washington Times, Sabtu, 25 Januari 2020.





Ia juga mengatakan bahwa pengerjaan senjata biologi dilakukan sebagai bagian dari penelitian sipil-militer ganda dan 'pasti rahasia'.





Sebagai informasi, Shoham meraih gelar doktor dalam bidang mikrobiologi medis. Dari 1970-1991, ia merupakan analis senior intelijen militer Israel untuk perang bilogi dan kimia di Timur Tengah dan di seluruh dunia. Pangkatnya sendiri diketahui adalah letnan kolonel.


tes

Jumat, 24 Januari 2020

Dalam Sehari, 275 Mahasiswa Mengikuti Yudisium


Humas IAIN Parepare --- Secara bersamaan, empat Fakultas dalam lingkup Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare melakukan Yudisium mahasiswa hari ini, Selasa, 24/01/2020. Meski jadwal waktu dan tempat yudisium yang berbeda.





Dari data yang dihimpun, total jumlah mahasiswa yang mengikuti Yudisium sebanyak 275 orang mahasiswa dari empat Fakultas, yaitu Fakultas Tarbiyah, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, dan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah.









Ada pun rincian jumlah peserta yang mengikuti Yudisium hari ini yaitu Fakultas Tarbiyah sebanyak 107 orang mahasiswa. Terdiri dari Program Studi Pendidikan Agama Islam 55 orang, Program Studi Pendidikan Bahasa Arab 11 orang dan 41 orang dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris.





Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam meyudisium 75 orang mahasiswanya dengan rincian 55 orang mahasiswa dari Program Studi Hukum Ekonomi Islam (HEI), 15 orang mahasiswa dari Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) dan 3 orang mahasiswa dari Program Studi Hukum Tata Negara (HTN). Peraih IPK tertinggi, yaitu Arlianah (3,97), Melani Dwi Wulandari (3.94), Ani Muslimin dan Nor Risnawati (3.92).





Sementara Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam meyudisium 57 orang mahasiswa. Program Studi Perbankan Syariah berkontribusi 55 orang mahasiswa. Sisanya datang dari Program Studi Ekonomi Syariah sebanyak 2 orang mahasiswa. Peraih IPK tertinggi adalah Zul Fachri Husein dengan IPK sempurna 4.00.





Hari yang sama, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, bertempat di ruang Seminar, KH. Abd. Halim K., selaku Dekan meyudisium mahasiswanya sebanyak 36 orang. Fitteri Anti, mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah diumumkan sebagai peraih IPK tertinggi, yaitu 3,97 dengan masa kuliah 4 tahun 2 bulan dan 15 hari saat mengikuti Yudisium.





"Izinkan saya meyudisium saudara-saudari sebagai lulusan program sarjana strata satu sehingga saudara dan saudari diberi hak, kehormatan dan kewajiban yang bertalian dengan gelar akademik yang saudara capai sesuai perundang-undangan dan tradisi akademik yang berlaku," kata KH. Abd. Halim K.





Pada tempat berbeda, Dekan Fakultas Tarbiyah, H. Saepudin saat meyudisium mengingatkan kepada mahasiswa agar selalu bersyukur dan dengan gelar sarjana yang telah didapatkan menjadi awal yang baru ke jenjang pendidikan berikutnya yakni strata II.





"Kita semua meski bersyukur karena telah memperoleh gelar sarjana khusunya bersyukur kepada orang tua.Sarjana adalah orang-orang yang cinta terhadap ilmu, senang mengembangkan ilmu maka jangan pernah berhenti untuk terus belajar dengan ilmu yang sekarang kemudian bisa dikembangkan", pungkasnya.


Test author


test author


Kamis, 23 Januari 2020

Perkemahan Wirakarya PTK Libatkan Pramuka ASEAN


Humas IAIN Parepare --- Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama IAIN Parepare, H. Muhammad Saleh sedang mengikuti Rapat Koordinasi Wakil Rektor / Wakil Ketua III PTKIN se- Indonesia selama 3 hari, yaitu 22 s.d. 24 Januari 2020 di Hotel Zuri Kota Palembang, Sumatera Selatan.





Rapat Koordinasi Warek / Waket III PTKIN ini memiliki serangkaian agenda yang akan dibahas secara bersama. Diantaranya, 1) Persiapan pelaksanaan perkemahan Wirakarya (PW PTKI), 2) Evaluasi program kemahasiswaan 2019 dan implementasi 2020, dan 3) Sosialisasi pedoman Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.









Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Pendis Kemenag RI, Arskal Salim GP., menghadiri sekaligus membuka Rapat Koordinasi tersebut, Rabu,22/01/2020. Dalam arahannya, Arskal Salim GP minta agar pelaksanaan Perkemahan Wirakarya Perguruan Tinggi Keagamaan (PW PTK) yang akan dipusatkan di Palembang perlu ada perubahan dan inovasi baru.





"PW PTK yang ke- 15 kalinya ini harus ada perubahan dan inovasi baru. Sangat memungkinkan kita mengundang dan melibatkan pramuka perguruan tinggi di negara-negara ASEAN. Hal tersebut bisa di tracking, mengingat Palembang sebagai pusat pelaksanaan PW PTK sudah pernah menyelenggarakan ASEAN Games," papar Arskal.





Arahan Direktur PTKI Pendis Kemenag RI mendapat respon positif dan langsung dibahas dalam Forum Warek / Waket III PTKIN. Wakil Rektor III IAIN Parepare, H. Muhammad Saleh menuturkan bahwa menindaklanjuti arahan Direktur PTKI, maka forum bersepakat pelaksanaan PW PTK ke- 15 di Palembang akan berbeda dengan sebelumnya sebagai bentuk perubahan dan inovasi.





"Perbedaan PW PTK 2020 dibanding PW sebelumnya, yaitu 1) menghadirkan peserta dari pramuka perguruan tinggi di negara-negara ASEAN, 2) Kegiatan lebih berorientasi pada pengabdian, dan 3) Tidak ada lagi kegiatan berorientasi perlombaan," kata H. Muhammad Saleh. "Insyaallah, IAIN Parepare siap berangkatkan ke Palembang untuk mengikuti PW PTK ini membawa tagline "Malebbi Warekkadana Makkeade Ampena", tambahnya menjanjikan.





Selain itu, forum ini juga menegaskan bahwa pada tahun 2020 ini, secara resmi istilah Beasiswa Bidik Misi diganti dengan istilah Kartu Indonesia Pintar (KIP Kuliah). Menurut H. Muhammad Saleh, sistem rekrutmennya akan lebih mudah lagi. Salah satu syarat yang diajukan adalah calon penerima telah memiliki KIP sejak SLTA.


Jumat, 17 Januari 2020

Peringkat 1, Rektor Terima Penghargaan dari Sekjen Kemenag RI


Humas IAIN Parepare --- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare kembali mengukir prestasi membanggakan tingkat nasional. Pada perhelatan Rapat Koordinasi Nasional Kebijakan Pengawasan (Rakornasjakwas) yang berlangsung di Jakarta, Jumat, 17/01/2020. Pihak Inspektorat Jenderal Kemenag RI mengumumkan IAIN Parepare sebagai peringkat 1 peraih penghargaan pemberitaan bidang pengawasan tahun 2019.









Disaksikan 840 orang peserta Rakornasjakwas, Sekretaris Jenderal Kemenag RI, menyerahkan langsung penghargaan tersebut kepada Rektor IAIN Parepare, Ahmad S. Rustan. Penghargaan ini merupakan apresiasi Inspektorat Jenderal Kemenag RI atas keberhasilan IAIN Parepare dalam mengakselerasi pemberitaannya, baik secara kualitatif mau pun kuantitatifnya sepanjang tahun 2019 ini.





Kasubag Kerjasama dan Humas, Suherman Syach yang menyaksikan langsung penyerahan penghargaan ini menyatakan turut bersyukur atas capaian tersebut. Menurutnya, penilaian dalam Pengawasan Award ini cukup selektif karena menggunakan dua aspek penilaian, yaitu kualitas berita dan kuantitas (banyak) pemberitaan di media. "Alhamdulillah, sepanjang tahun 2019 ini kita mampu membuat dan mempublis berita melalui website institut sebanyak 348 berita. Semoga ke depan, lebih meningkat lagi," katanya.





Pengawasan Award Bidang Pemberitaan tahun 2019 ada dua kategori, yaitu tingkat Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) dan tingkat Kanwil Kemenag. Pada tingkat PTKN, diikuti 73 nominator dari seluruh PTKN di Indonesia. Keluar sebagai pemenang adalah IAIN Parepare Sulawesi Selatan (peringkat 1), IAIN Pontianak Kalimantan Barat (peringkat 2) dan IAIN Kudus Jawa Tengah (peringkat 3).





Sementara untuk tingkat Kanwil Kemenag diikuti 34 nominator dari seluruh Indonesia. Keluar sebagai pemenang adalah Kanwil Kemenag Sumatera Selatan (peringkat 1), Kanwil Kemenag D.I. Yogyakarta (peringkat 2) dan Kanwil Kemenag Kalimantan Tengah (peringkat 3).


Wujudkan Visi Jokowi-Ma'ruf Amin, Menag Siapkan Lima Prioritasi Aksi Tahun 2020


Humas IAIN Parepare --- Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, Ahmad S. Rustan sedang mengikuti Rapat Koordinasi Nasional Kebijakan Pengawasan (Rakorjakwas) Inspektoeat Jenderal Kementerian Agama RI selama 2 hari, yaitu 17-18 Januari 2020 di Hotel Borobudur Jakarta.





Kepala SPI, Tamsil Hadi dan Kasubag KHM, Suherman Syach turut serta mendapingi Rektor dalam acara tersebut. Rakorjakwas ini dihadiri 840 orang peserta. Mereka terdiri dari pejabat Unit Eselon I Pusat, PTKN, Kanwil Kemenag, Kemenag Kabupaten/Kota, Balai Diklat dan Litbang, UPT Asrama Haji, dan jajaran Inspektorat Jenderal Kemenag RI.









Menteri Agama RI, Jenderal (purn) H. Fachrul Razi hadir dan membuka acara ini secara resmi. Dalam arahannya, Fachrul Razi menyampaikan rencana strategis Kemenag RI tahun 2020. Salah satu amanah yang diberikan Presiden RI, Jokowi Widodo kepada Menag RI adalah membangun moderasi keagamaan di seluruh nusantara.





Menurut Fachrul Razi, moderasi agama bukan mengubah ajaran-ajaran agama tetapi merubah cara beragama kita dalam menghadapi orang yang berbeda pandangan, aliran, mazhab dan agama dengan sikap terbuka, toleran, dan tidak picik. Beliau mencontohkan pribadi Rasulullah Saw yang selalu bersikap terbuka dan toleran kepada siapa pun. "Dalam berbagai peperangan, seperti perang badar, perang ashab, perjanjian hudaibiyah Rasulullah Saw selalu terbuka menerima ide dan saran dari para sahabat-sahabatnya," paparnya.





Untuk mewujudkan bangsa yang maju dan sejahtera, lanjut Fachrul Razi, sikap moderasi sangat mutlat bagi suatu bangsa. Menag pun menceritakan pergeseran paradigma negara-negara Timur Tengah. "Saya kunjungan kerja ke Saudi Arabiah dan Uni Emirat Arab. Ternyata di negara tersebut, mereka sedang gencar menerapkan paham moderasi. Saya bertanya kepada Raja Zalman mau pun Muhammad Rasyid al Maktoum di Abu Dhabi, mengapa demikian? Jawabnya karena mereka ingin maju," kata Menag. "Kalau di negara Arab saja menerapkan moderasi, kenapa kita tidak," tegasnya.





Pada bagian akhir arahannya, Menag menyampaikan lima agenda prioritas aksi Kemenag RI tahun 2020 ini, yaitu Pertama, pemberantasan korupsi dengan pendekatan: tutup semua peluang korupsi, buka akses whistle blower dan penegakan hukum. Kedua, peningkatan kualitas haji dan pembenahan umrah. Caranya, dengan penguatan manasik, menjaga kaulitas layanan, evaluasi kompherensif dan penguatan pengawasan. 





Ketiga, pembenahan pendidikan keagamaan lewat pembenahan kurikulum keagamaan, revisi buku ajar untuk penguatan paham moderat dam pengarusutamaan paham moderat bagi guru, dosen dan tenaga kependidikan. Keempat, deradikalisasi lewat diklat aparatur dan juru dakwah. Kelima, sertifikasi halal, dengan akuntable, tidak membratkan dan prosedur yang simpel dan jelas.