Tampilkan postingan dengan label Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Februari 2020

Dosen FEBI Musmulyadi: Maccca Pitangngi Tauwwe Laleng


IAIN PAREPARE --- Menjadi narasumber di luar kampus, memang merupakan hal yang sering dilakukan oleh para dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare.









Seperti salah satu Dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Parepare, Musmulyadi yang diundang menjadi pemateri oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Makassar Maju.





Kegiatan yang dikemas dalam bentuk Latihan Dasar Kepemimpinan (LDKM) ini dilaksanakan di Rumah Adat Majene Benteng Somba Opu kabupaten Gowa, Sabtu (15/02).





Ika Sri Wahyuni selaku Ketua Panitia mengungkapkan kegiatan ini dilakukan guna menumbuhkan sifat kepemimpinan, mengubah pola pikir untuk menjadi pemimpin inovatif dan kreatif sesuai tagline kampusnya sebagai pelopor pendidikan ekonomi kreatif.





“LDKM ini pada dasarya sebagai sarana pelatihan keorganisasian untuk mahasiswa khususnya bagi mahasiswa semester awal,” ucapnya saat diwawancarai via whastapp, Ahad (16/02).





Ika mengaku pemilihan pemateri berdasarkan kriteria pendidikan dan pengalaman yang relevan.
“Pemateri memiliki background pendidikan dan pengalaman di bidang organisasi baik dalam organisasi akademik maupun organisasi kemanusiaan dan beliau tidak hanya menjadi anggota tapi bahkan menjadi pengurus atau ketua. Jadi background pemateri kami rasa sangat tepat untuk membawakan materi ini,” jelasnya.









Musmulyadi yang saat ini juga menjadi Ketua Korps Sukarela (KSR) unit Markas Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Sidrap diamanahkan membawakan materi kepemimpinan.
Menurutnya, dalam membawakan materi mahasiswa diharapkan tumbuh rasa kepemimpinan dalam dirinya.





“Mereka semua adalah bakal calon pemimpin masa depan dan seorang pemimpin harus menjadi panutan untuk yang dipimpinya, ketika ada sesuatu yang ia instruksikan maka dia dulu yang mengerjakan,” ucapnya.





Lebih lanjut, Musmulyadi mengungkapkan ada tiga fungsi Leader yang disingkat jadi PEM yakni Promotor, Example dan Motivator.
“Seorang pemimpin harus menjadi pengarah untuk yang dipimpinnya kalau bahasa Bugis mita lalleng, maccca pitangngi tauwwe laleng artinya pemimpin itu lihat jalan dan mampu menunjukkan orang jalan," tambahnya.





Salah satu peserta, Civi menilai pemateri dapat menyampaikan dengan tepat dan mudah dipahami.





“Alhamdulillah kami sangat antusias. Karena memang materi kepemimpinan yang disampaikan mudah dipahami. Ibarat anak generasi Z sekarang singkat, padat, tepat, dipahami dan sangat memotivasi,” ungkapnya. (Hyn/Mif)


Kamis, 13 Februari 2020

Rektor IAIN Parepare: "Mari Kita Berpikir Visioner"


IAIN PAREPARE--- Rektor IAIN Parepare Dr. Ahmad Sultra Rustan, M.Si secara resmi membuka kegiatan rapat kerja, Kamis (13/2/2020) di J4 Hotel Legian Bali.





Rektor dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal penting terkait pelaksanaan rapat kerja tahun 2020. “Meskipun beberapa sorotan media online menyoroti kegiatan rapat kerja yang dinilai sebagai pemborosan anggaran, namun tetap kita laksanakan. Sebab kalau kita menelusuri PTKIN di Indonesia, maka kitalah orang-orang yang terakhir melakukan kegiatan rapat kerja di luar pulau," ujarnya.









"Pelaksanaannya telah diajukan tahun 2019 melalui rapat kerja dan telah disetujui Kementerian Agama, sehingga kegiatan rapat kerja ini tetap kita laksanakan di Bali ini sesuai dengan perencanaan,” jelasnya.





Lebih lanjut diuraikan pula, “Teman-teman kita ini bekerja tanpa jeda, sehingga perlu juga diapresiasi dalam rapat kerja di luar pulau, saya malah bermimpi suatu saat kita rapat kerja di luar negeri. Kalau tidak terwujud dalam kepemimpinan saya maka diharapkan pada pemimpin mendatang," tambahnya.





Rapat kerja menjadi rapat program kerja lembaga pada setiap tahun. "Saya berharap rapat kerja dijadikan sebagai acuan, menyusun program kerja. Mari kita berpikir visioner dalam menyusun program dengan menghadirkan masa yang akan datang dengan lompatan-lompatan program kegiatan yang relevan dengan masa depan," jelasnya lagi.









"Marilah kita mulai bekerja dengan membiasakan yang benar, dan patuh terhadap regulasi yang tertuang dalam pedoman yang lahir di kampus kita. Perubahan pedoman akan dilakukan apabila dalam pelaksanaannya kita menemukan beberapa hal yang perlu disempurnakan setelah dilakukan evaluasi ," harapnya kepada peserta dalam sambutan pembukaan rapat kerja (nhk/mif).


Rektor IAIN Parepare: "Mari Kita Berpikir Visioner"


IAIN PAREPARE--- Rektor IAIN Parepare Dr. Ahmad Sultra Rustan, M.Si secara resmi membuka kegiatan rapat kerja, Kamis (13/2/2020) di J4 Hotel Legian Bali. Rektor dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal penting terkait pelaksanaan rapat kerja tahun 2020.









“Meskipun beberapa sorotan media online menyoroti kegiatan rapat kerja yang dinilai sebagai pemborosan anggaran, namun tetap kita laksanakan. Sebab kalau kita menelusuri PTKIN di Indonesia, maka kitalah orang-orang yang terakhir melakukan kegiatan rapat kerja di luar pulau Sulawesi," ujarnya.









"Pelaksanaannya telah diajukan tahun 2019 melalui rapat kerja dan telah disetujui Kementerian Agama, sehingga kegiatan rapat kerja ini tetap kita laksanakan di Bali ini sesuai dengan perencanaan,” jelasnya.









Lebih lanjut diuraikan pula, “Teman-teman kita ini bekerja tanpa jeda, sehingga perlu juga diapresiasi dalam rapat kerja di luar pulau, saya malah bermimpi suatu saat kita rapat kerja di luar negeri. Kalau tidak terwujud dalam kepemimpinan saya maka diharapkan pada pemimpin mendatang," tambahnya.





Rapat kerja menjadi rapat program kerja lembaga pada setiap tahun. "Saya berharap rapat kerja dijadikan sebagai acuan, menyusun program kerja. Mari kita berpikir visioner dalam menyusun program dengan menghadirkan masa yang akan datang dengan lompatan-lompatan program kegiatan yang relevan dengan masa depan," jelasnya lagi.





"Marilah kita mulai bekerja dengan membiasakan yang benar. Mari kita menjalankan regulasi dengan sebaik-baiknya, dan patuh terhadap regulasi yang tertuang dalam pedoman yang lahir di kampus kita. Perubahan pedoman akan dilakukan pada saat sudah dirasakan," harapnya kepada peserta dalam sambutan pembukaan rapat kerja. (Nurhakki/Mif)


Rapat Kerja: “OKEMI, Optimalisasi Kinerja”


IAIN PAREPARE- Rapat
Kerja IAIN Parepare dibuka secara resmi, Kamis (13/2/2020) dengan tema “Optimalisasi
Kinerja Menuju Kampus Eduwisata dan Islam
”. Kegiatan
yang diselenggarakan
di J4 Hotel Jalan
Raya Legian No. 74, Bali dilaksanakan selama empat hari, Kamis-Sabtu, (13-16/2/2020)









Rapat Kerja ini dihadiri Rektor IAIN Parepare Dr Ahmad Sultra Rustan, Wakil
Rektor I, II dan III, Senat, Dekan dan Wakil Dekan, serta pimpinan unit.
Sebelumnya, Rektor dan rombongan dikalungkan bunga sebagai bentuk sambutan
pengunjung yang datang ke Bali. 





Rapat Kerja diawali laporan Ketua Panitia Hj.
Musyarrafah Amin dengan
menyampaikan tema kegiatan rapat kerja. “Jadi
kegiatan kita ini temanya Optimalisasi
Kinerja Menuju Kampus Eduwisata dan Islam
disingkat ‘OKEMI’ sebagai semangat kita merencanakan program kerja mewujudkan IAIN
sebagai kampus eduwisata,”
jelasnya.





Foto: Hj. Musyarrafah Amin (Kabiro AUAK IAIN Parepare)




 Kegiatan ini bertujuan untuk review penyusunan rencana program tahun 2021 dan juga menghadirkan beberapa narasumber antara lain, Rektor IAIN Parepare Dr Ahmad Sultra Rustan, Biro Keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia, Inspektorat Jenderal wilayah IV Kementerian Agama dan Direktoral Jendral Pendidikan Islam.









Selanjutnya, ketua panitia sekaligus Kepala Biro (Kabiro) Administrasi Umum, Akademik, dan Kemahasiswaan (AUAK) IAIN Parepare menyampaikan harapan kepada peserta agar mengikuti kegiatan dengan semangat.





“Saya berharap kita semua semangat melaksanakan kegiatan rapat kerja ini, demi kemajuan lembaga kita dan mewujudkan mimpi-mimpi kita kedepan, sebab kita hadir demi kita dan untuk kita,” urainya menutup laporan ketua panitia.





Peserta rapat kerja juga dihibur oleh tari tradisional Bali saat pembukaan acara. (Nurhakki/mif)






Selasa, 11 Februari 2020

Sumbang Saran dan Kritik, Begini Hasil Rapat Akademik FEBI


IAIN PAREPARE — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) menggelar Rapat Akademik Tahun 2019/2020 Genap di Ruang Seminar Fakultas Febi, Selasa (11/02/2020).





Hadir dalam
pertemuan tersebut Wakil Dekan 1 Dr. Zainal said,  M. H,  Wakil Dekan 2 Drs. Moh yasin soumena,  M.Pd, Kasubag Akademik Abd. Hamid, S. Kom,
Ketua Program Studi, dan Dosen dalam lingkup Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.





Diawali dari Wakil Dekan 1 Zainal Said melaporkan beberapa hal yang menyangkut masalah Akademik baik dari jumlah dosen maupun jumlah mahasiswa. Dalam laporannya menyebutkan jumlah Dosen Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Febi 33 orang, Dosen Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) 15 orang, Dosen Luar Biasa 19 orang, total keseluruhan sebanyak 67 orang.





Untuk jumlah mahasiswa per Program Studi (Prodi) dari tahun 2014-2019 sebanyak 2.211 orang, ”Febi yang paling terbanyak, dimana sebelumnya dipegang oleh fakultas yang lain," ungkap Zainal Said.





Ia mengatakan, jumlah mahasiswa setiap Prodi juga bervariasi, seperti Perbankan Syariah sebanyak 892 orang, Ekonomi Syariah 445 orang, Manajemen Zakat dan Wakaf 163 orang, Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah 241 orang, Manajemen Keuangan Syariah 216 orang, Akutansi Syariah 147 orang, Pariwisata Syariah 107 orang, dan jumlah keseluruhan rombongan belajar sebanyak 451 Rombel.









Selain itu
menurut Zainal Said, dalam proses evaluasi akademik tentu ada beberapa kendala
dan hambatan yang dilalui. Baik dari segi kedisiplinan dosen dalam mengajar,
kedisiplinan dalam penginputan nilai sesuai kelender akademik maupun dari sisi
sarana dan prasarana fakultas yang harus dibenahi. “Tentunya ada beberapa
kendala yang dihadapi, tapi Insya Allah sedikit demi sedikit kita akan benahi
semuanya,” tutupnya.





Hal senada juga disampaikan wakil Dekan 2 Moh yasin soumena  yang menangani terkait sarana dan prasarana fakultas. Menurutnya, FEBI harus jadi kiblat untuk fakultas yang lain. "Olehnya itu, sedikit demi sedikit kita akan benahi. Tapi sebelumnya kita akan mendengarkan masukan dari beberapa dosen dan kita akan eksekusi demi kepentingan lembaga kita bersama," paparnya.





Pertemuan
tersebut juga diwarnai dengan beberapa kritik dan saran dari beberapa dosen
baik dari sisi akademik maupun dari sisi fasilitas fakultas. “Silahkan semua
kritik dan sarannya ditumpahkan karena disinilah momenya kita mendengarkan
masukan dari dosen," ungkap Zainal said.





Dari pertemuan tersebut lahirlah beberapa ide dan inovasi yang sangat membangun untuk kemajuan fakultas ekonomi dan bisnis Islam kedepanya. Baik dari sisi akademik maupun dari sisi sarana dan prasarana fakultas, yang nantinya akan menjadi bahan pertimbangan pimpinan. (*)





Penulis : Musmulyadi





Editor : Alfiansyah Anwar