Tampilkan postingan dengan label Jurusan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jurusan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Februari 2019

Wisuda Perdana, Dirjen Pendis; Alumni IAIN Harus Memiliki Soft Skill

IAIN Parepare--- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menggelar wisuda perdana di Auditorium IAIN Parepare, Kamin (21/02).

Sebanyak 532 wisudawan dan wisudawati terdiri dari empat fakultas yakni, Fakultas Tarbiyah, Ekonomi dan Bisnis Islam, Hukum Syariah, dan Ushluddin Adab dan Dakwah. Alumni Strata 1 (S1) berjumlah 511 orang dan program magister Pascasarjana 21 orang.

Rektor IAIN Parepare, DR Ahmad Sultra Rustan mengungkapkan pada wisuda perdana ini sebanyak 195 alumni berpredikat Cum-Laude atau dengan pujian.

Rektor berharap agar para wisudawan dan wisudawati tetap menjaga almamater kampus yang akulturasi budaya Islam teknologi informasi.

"Terus menjaga nama baik almamater kampus yang kita cintai, dengan memperkenalkan IAIN lebih luas ke masyarakat. Serta siap menghadapi tantangan global di era teknologi,"ucapnya saat memberi sambutan.

Hadir Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof DR Phil H Kamaruddin Amin, membawakan orasi ilmiah yang bertemakan Pengembangan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam.

"Alumni IAIN harus memiliki kompetensi, soft skill untuk menghadapi era revolusi industri 4.0, kita tingkatkan salah satunya lewat pendidikan berkualitas," ungkap Dirjen Pendis.

Dalam wisuda ini, turut dirangkaikan peresmian gedung baru Auditorium yang berkapasitas 2.000 orang dengan anggaran senilai 17,5 miliar.

Turut hadir wakil walikota Parepare Pangerang Rahim beserta unsur jajaran pimpinan Daerah Kota Parepare, jajaran civitas akademik IAIN Parepare, serta para orangtua/wali alumni



Kamis, 06 Desember 2018

4 Kelompok Peneliti Mahasiswa, Presentasikan Hasil di Depan Reviewer

IAIN Parepare--- Usai pelaksanaan seminar hasil penelitan dosen yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, kembali menggelar seminar hasil penelitian mahasiswa (06/12).



Koordinator Penelitian P3M IAIN Parepare, Rustam Effendi mengungkapkan sebanyak 4 kelompok peneliti yang terdiri dari masing-masing perwakilan jurusan yakni jurusan Tarbiyah dan Adab, jurusan Syariah dan Ekonomi serta jurusan Dakwah dan Komunikasi.

Presentasi hasil dilaksanakan di lantai dua meeting room P3M IAIN Parepare. Hadir dua reviewer Dr. Zainal Said, M. H (Kepala P3M ) dan Dr. Sitti Jamilah, M. Ag (Sekretaris P3M).

    

"Alhamdulillah dari hasil penelitian mahasiswa ini sudah memenuhi standar penelitian yang telah ditetapkan oleh P3M dilihat dari waktu penyelesaiannya juga lumayan bagus cuma penyesuaian antara data-data di lapangan dengan masalah utama itu yang ada beberapa tadi belum maksimal makanya sesi seminar hasil ini saya juga secara pribadi memberikan masukan kepada mahasiswa peneliti untuk menambah data-data penelitiannya," jelas Zainal Said usai mereview hasil penelitian mahasiswa.



Lebih lanjut, Zainal Said juga berharap agar adanya peningkatan jumlah peminat mahasiswa dalam mengikuti seleksi proposal penelitian yang dilaksanakan setiap tahun.

"Harapannya, mahasiswa lebih banyak lagi mengikuti seleksi penelitian di lembaga di P3M ini karena kemarin itu hanya ada beberapa yang memasukkan tentunya ke depan kita berharap agar dari masing-masing mahasiswa itu bisa mengikuti seleksi proposal yang ada di P3M," harapnya.

  

Salah satu mahasiswa, Asriadi Arifin mengaku mendapatkan pelajaran berbagai hal saat menjadi peneliti bersama timnya. Salah satunya akan pentingnya manajemen waktu.

[caption id="attachment_9266" align="alignnone" width="300"] Foto presentasi: Asriadi Arifin[/caption]

"Ternyata menajemen waktu itu sangat penting. Manajemen waktu yang kami alami di sini terkait bagaimana pengumpulan data dan penyusunan laporan keuangan. Terus untuk bertemu dengan informan itu sangat sulit terutama perbankan karena mereka itu sangat sibuk," ucap Asriadi usai seminar hasil.

Setelah seminar dilakukan, empat kelompok dari cluster mahasiswa ini akan menyetorkan hasil revisi penelitian kepada P3M IAIN Parepare pada pekan mendatang.



 

 

 

Selasa, 18 September 2018

Penarikan KPM IAIN Parepare Rangkaikan Pengumuman Pemenang KPM Expo

IAIN Parepare--- Penarikan secara resmi peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare dilaksanakan di pelataran gedung N, IAIN Parepare (Minggu, 16/09).

Penarikan tersebut ditandai dengan pelepasan Pakaian Dinas Harian (PDH) KPM secara simbolis oleh Rektor IAIN Parepare disaksikan langsung  oleh para pejabat lembaga dan unit-unit kampus serta segenap panitia KPM 2018.



Dalam penarikan tersebut, dirangkaikan pula pengumuman pemenang juara dalam kompetisi KPM Expo yang digelar pada Sabtu malam (15/09). Adapun kategori juara mencakup juara produk unggulan posko  dan galeri foto posko terbaik. Selama masa pengabdian masyarakat, para mahasiswa mengelolah potensi desa dalam pemberdayaan masyarakat.

Salah seorang mahasiswa, Muhammad Restu Singgih mengungkapkan banyaknya pelajaran yang diperoleh saat menjalani KPM. “Kita mendapatkan pelajaran yang berharga, kita hidup di lingkungan masyarakat dan nantinya itu sangat bermanfaat bagi kami,” tutur Restu, Koordinator posko.

Tanggapan senada juga diungkpakan oleh Primadita yang turut menjadi peserta KPM 2018. “Di KPM dapat kegiatan baru dan suasananya seperti ‘this like you practice all of the the theory’ dan kayak ‘selamat datang di dunia nyata’ di mana kita akan sampaikan ilmu dari bangku perkuliahan kepada masyarakat. Jadi seperti ada pengalaman baru yang besar untuk preparing (persiapan) ke masa depan nantinya,” ungkapnya usai mengikuti penarikan KPM.

Sementara Rektor IAIN Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan dalam sambutannya mengingatkan kepada mahasiswa agar segera melakukan registrasi untuk semester berikutnya. Ahmad juga berpesan agar  mahasiswa menjaga kesehatan dikarenakan kegiatan Praktek Pengalaman Kerja (PPL) yang akan segera dilaksanakan.

 

Expo KPM IAIN Parepare: Pamerkan Produk Mahasiswa, Kontribusi Ekonomi Kerakyatan

IAIN Parepare--- Usai melaksanakan Kuliah Pengabdian Masyarakat selama 45 hari pada dua kabupaten (Enrekang dan Sidrap), ratusan peserta  KPM mengikuti KPM Expo (pameran) di Auditorium IAIN Parepare, Sabtu malam (15/09).

Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Expo IAIN Parepare merupakan expo pertama dengan memamerkan berbagai hasil karya kreativitas mahasiswa baik dalam bentuk inovasi kuliner maupun berbagai souvenir menarik.





Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) IAIN Parepare, Dr. Zainal Said menjelaskan hasil yang dipamerkan mahasiswa dalam KPM Expo tersebut akan menjadi kontribusi tersendiri bagi kampus maupun kontribusi dalam konteks ekonomi kerakyatan.

“Inilah orientasi pengabdian masyarakat yang diharapkan,  berdasarkan atau muatan dalam perguruan tinggi bahwa salah satu tujuan perguruan tinggi adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” jelasnya.

Berbagai karya pun dipamerkan oleh mahasiswa KPM. Setiap posko menampilkan foto-foto dokumentasi kegiatan, kerajinan tangan yang terbuat dari barang bekas yang diolah kembali maupun menyajikan kuliner sesuai dengan ciri khas hasil bumi pada desa yang ditempati.



Sementara Rektor IAIN Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan mengungkapkan rasa bangganya terhadap hasil karya yang dihasilkan. Ahmad juga berharap kegiatan KPM Expo tetap dilanjutkan dan terus dikembangkan.

“Kegiatan yang seperti ini adalah sebuah hasil karya dan inovasi di IAIN Parepare. Ternyata, mahasiswa kita bukan hanya ahli dalam bidang ilmu pengetahuan tetapi mereka juga ahli dalam bidang keterampilan,” ungkap Ahmad sebelum membuka KPM Expo.

Salah seorang peserta KPM, Primadita  yang turut mengikuti KPM Expo mengungkapkan keseruannya dalam mengikuti expo tersebut.

“Pamerannya ini kan baru pertama kali dilaksanakan, jadi kayak benar-benar diberikan apresiasi karya kami, bisa diperlihatkan dengan semua orang. Jadi kesannya disana, memang ada yang dikerjakan dan bisa memberdayakan masyarakat,” tuturnya (16/09).









 













Workshop Dosen: Kenalkan Pembelajaran E-Learning

IAIN Parepare--- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menggelar workshop dosen di ruang seminar Pascasarjana IAIN Parepare, Jum’at (16/09).

Diikuti 25 orang yang terdiri dari 24 dosen PPNPN (Pegawai Pemerintah Non PNS) tahun 2018 dan satu orang dosen PPNPN tahun 2018. Hadir sebagai pemateri Rektor IAIN Parepare, para pelaksana tugas Wakil Rektor, Kepala Biro AUAK, ketua-ketua jurusan serta tim dari TIPD (Teknologi Informasi Pusat Data) IAIN Parepare.



Workshop dosen merupakan kegiatan wajib diikuti oleh dosen khususnya dosen baru. Hal ini dilaksanakan guna menyamakan persepsi (relevansi) ilmu pengetahuan serta metode pembelajaran yang dimiliki dosen dengan aturan yang berlaku di IAIN Parepare.

Ketua Panitia, Dr. Herdah mengungkapkan alumni workshop tersebut akan menggunakan e-learning dalam proses pembelajarannya. “Jadi alumni workshop ini diharapkan menggunakan pembelajaran E-learning dan akan dipantau langsung oleh TIPD,”ungkapnya saat memberi laporan.

Sebelumnya, pembelajaran E-learning telah diterapkan dalam beberapa tahun terakhir. E-learning tersebut merupakan adopsi dari UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Dalam penggunaan E-learniang, dosen dan mahasiswa dapat melakukan interaksi seperti melakukan diskusi mengenai topik tertentu, dosen dapat mempublish (mengupload) materi, sementara mahasiswa dapat mengirim tugasnya maupun mejawab kuiz yang telah disediakan oleh dosen yang pengampuh mata kuliah.



Dalam sambutannya, Rektor IAIN Parepare Dr. Ahmad Sultra Rustan mengungkapkan perluanya inovasi-inovasi baru dalam lembaga.

“Semua yang kita anggap positif, kita akan laksanakan di lembaga yang kita cintai ini. Kita juga selalu melakukan studi banding di beberapa perguruan tinggi, yang kita anggap sudah bisa dilaksanakan di kampus kita, maka kita akan laksanakan,” jelasnya.

Selain itu, Ahmad juga mengajak agar para dosen tetap objektif dalam memberi penilaian kepada mahasiswa, senantiasa melakukan update (memperbaruhi) ilmu pengetahuan dan teknologi. Ahmad juga menekankan tidak ada larangan dosen untuk mendaftar CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) yang akan dibuka dalam waktu dekat ini.

“Tidak ada larangan dari kami, dosen PPNPN dan dosen luar biasa (LB) selama dia masih bukan PNS (Pegawai Negeri Sipil maka silahkan ikut berkompetisi dalam CPNS ,” ujarnya sebelum mengakhiri sambutan.

Kamis, 13 September 2018

Serap Masukan melalui Rapat Akademik Dosen

IAIN Parepare--- Menjelang aktifnya perkuliahan pada semester ganjil yang akan diikuti oleh seluruh mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, ratusan orang mengikuti rapat dosen tahun akademik 2018/2019 di Aula IAIN Parepare, Kamis (13/09).




Dibuka langsung oleh Muhammad Djunaidi selaku Pelaksana tugas (Plt) Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan, turut dihadiri pula para ketua dari berbagai jurusan, mulai dari Ketua jurusan Tarbiyah dan Adab, Ketua jurusan Syariah dan Ekonomi Islam dan Ketua jurusan Dakwah dan Komunikasi.

Rapat tersebut merupakan rapat yang rutin dilaksanakan sekali dalam setiap tahun. Hal ini dilakukan dalam rangka mengevaluasi serta membahas hal-hal yang terkait masalah-masalah (problem) yang ditemui dosen dalam aktivitas perkuliahan.  Selain itu dalam pertemuan ini para dosen juga diberi kesempatan mengajukan pertanyaan maupun saran dalam sesi tanya jawab.



Hamdanah Said salah seorang dosen sekaligus penggagas kode etik IAIN Parepare, memberi saran agar dalam proses perkuliahan kode etik tetap diberlakukan. "Dosen diharapkan membaca pelanggaran ringan dengan sanksi ringan. Sebab, dosen mempunyai hak menjatuhkan sanksi ringan berupa teguran," ungkapnya. Tidak hanya Hamdanah Said, beberapa dosen pun turut mengajukan beberapa pertanyaan serta saran yang ditanggapi langsung oleh para Ketua jurusan yang hadir.





Sementara Muhammad Djunaidi dalam memimpin rapat mengakui masih adanya  kekurangan yang perlu diperbaiki ke depannya. "Harus kita menyadari, memang pasti ada kekurangan. Namun, untuk menutupi kekurangan itu mari bersama-sama kita mencari solusi," ajaknya.



Selain itu, Muhammad Djunaidi juga mengungkapkan dalam waktu dekat ini, IAIN Parepare akan memiliki beberapa fakultas. "Pada saat kita berubah jadi fakultas, di situ saatnya perlu banyak pertemuan agar kita memperoleh masukan dan mencari solusi terhadap permasalahan-permasahan yang dihadapi,"terangnya.

 

Rabu, 12 September 2018

IAIN Parepare: Enam Orang dari Thailand, Resmi diterima jadi Mahasiswa Baru

IAIN Parepare--- Dari 1.851 orang penerimaan mahasiswa baru Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare tahun akademik 2018/2019, enam diantaranya merupakan mahasiswa asing dari negara Thailand.

Keenam mahasiswa asing tersebut telah diterima langsung oleh Rektor IAIN Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan di gedung Rektorat IAIN Parepare yang turut didampingi oleh Muhammad Djunaidi Wakil Rektor I bidang Akademik dan Kelembagaan serta beberapa dosen IAIN Parepare, Selasa (11/09).

[caption id="attachment_8774" align="alignnone" width="300"] Enam orang mahasiswi tersebut akan tinggal di Asrama Putri yang dikelola oleh Pusat Pengembangan Sumber Daya Insani yang Handal (PASIH) IAIN Parepare.[/caption]

 

Dalam sambutannya, Rektor IAIN Parepare Dr. Ahmad Sultra Rustan menjelaskan berbagai hal yang menyangkut IAIN Parepare termasuk aturan yang berlaku (kode etik mahasiwa). Meskipun kegiatan perkuliahan akan dimulai pada 24 September mendatang, namun mahasiswa asing tersebut telah diundang hadir di kampus IAIN Parepare. Hal ini dikarenakan agar para mahasiswa asing dapat segera beradaptasi dengan lingkungan baru.

"Kalian sudah resmi diterima, jangan ragu-ragu bertanya kalau ada hal yang tidak dipahami. Tanggal 24 September itu, kalian akan belajar sama-sama dengan mahasiswa Indonesia. Tidak ada perbedaan cuma bedanya kalian ini mahasiswa asing artinya bukan mahasiswa Indonesia," jelas Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan. 



Dengan hadirnya mahasiswa asing di IAIN Parepare akan memberi nuansa baru antar mahasiwa serta dapat meningkatkan kredibilitas dari sebuah perguruan tinggi negeri.

"Kami bangga kalian semua ada di IAIN Parepare, mudah-mudahan kalian bisa senang tinggal di Indonesia khususnya di IAIN Parepare. Kemudian kalau ada orangtua ingin jalan-jalan kesini menjenguk, itu boleh," tambah Ahmad Sultra Rustan, Rektor IAIN Parepare.

[caption id="attachment_8771" align="alignnone" width="300"] Foto Bersama[/caption]

Ke depan, Rektor IAIN Parepare juga berharap pada penerimaan mahasiswa berikutnya tidak hanya dari negara Thailand tetapi juga akan hadirnya pendaftar mahasiswa asing dari negara-negara lain.

 

Selasa, 04 September 2018

Maba Ucapkan Ikrar dihadapan Rektor

IAIN Parepare--- Upacara penerimaan mahasiswa baru (Maba) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare tahun akademik 2018/2019 digelar di pelataran gedung Perpustakaan IAIN Parepare (03/09).



Kegiatan dihadiri segenap civitas akademika IAIN Parepare. Sebanyak 1.845 mahasiswa baru resmi diterima pada upacara tersebut. Ditandai dengan pemakaian secara simbolik almamater IAIN Parepare yang kini telah berubah menjadi hijau tousca.



Dalam sambutannya, Rektor IAIN Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan berpesan kepada mahasiswa baru agar menjaga adab dan sopan santun serta mengikuti segala peraturan yang ada di kampus IAIN Parepare. "Ikuti semua pedoman akademik yang ada karena semua aktivitas perkuliahan utamanya mengikuti pedoman akademik dan kode etik IAIN Parepare," jelasnya.

Usai sambutan Rektor IAIN Parepare, para mahasiswa baru mengucap ikrar mahasiswa yang dipandu oleh salah seorang perwakilan mahasiswa baru. "Kami mahasiswa berkewajiban untuk menjunjung tinggi integritas akademik dalam melaksanakan kegiatan akademik," pimpin Muhammad Putra Ramadan, mahasiswa baru IAIN Parepare saat membacakan salah satu isi ikrar mahasiswa.

Selain itu, upacara tersebut juga dirangkaikan dengan pembukaan Penyegaran Baca al-Qur'an (PBQ) yang diikuti oleh mahasiswa baru khususnya mahasiswa yang belum fasih dalam membaca Al-Qur'an.





Fotografer: Muhammad Adri

 

 

Selasa, 28 Agustus 2018

PBAK: Internalisasikan Budaya Akademik Wujudkan Kampus Peradaban

IAIN Parepare--- Pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare resmi dibuka oleh Rektor IAIN Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan di pelataran gedung zona akreditasi, IAIN Parepare (28/08).



Dihadiri oleh segenap sivitas akademika IAIN Parepare, peserta PBAK diikuti sebanyak 1.832 orang yang terdiri dari mahasiswa baru 1.789 orang dan mahasiswa lama 43 orang. Masih terdapat beberapa mahasiswa baru yang belum mengikuti PBAK dan dipastikan akan mengikuti kegiatan PBAK pada tahun berikutnya.

[caption id="attachment_8695" align="alignnone" width="300"] Foto: Ketua Panitia PBAK, Dr. Hj. Hamdanah Said, M. Si[/caption]

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare merupakan lembaga formal dan menjadi social change serta menjadi institut yang mengembang budaya akademik yang berpangkal pada tridharma perguruan tinggi yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. Hal tersebut sesuai dengan penjelasan ketua panitia Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), Dr. Hj. Hamdanah Said.

"Dalam upaya membantu proses upaya sosialisasi mahasiswa baru ke dalam budaya akademik dan sistem yang berlaku di IAIN Parepare maka diselenggarakan suatu kegiatan akademik dengan visi terwujudnya mahasiswa yang berakhlakul karimah, inovatif, mandiri dalam mengembang kajian Islam dan akulturasi budaya berbasis teknologi informasi," ungkap Ketua Panitia PBAK 2018, Dr. Hj. Hamdanah Said.

[caption id="attachment_8692" align="alignnone" width="300"] Foto: Penyematan ID Card Peserta PBAK[/caption]

Sementara Rektor, IAIN Parepare Dr. Ahmad Sultra Rustan dalam sambutannya mewajibkan mahasiswa yang akan menjadi pengurus Organisasi kemahasiswaan (Ormawa) kampus, nantinya harus memiliki sertifikat PBAK sebagai tanda bukti telah lulus mengikuti kegiatan tersebut.

[caption id="attachment_8696" align="alignnone" width="300"] Foto: Rektor IAIN Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan, M. Si[/caption]

Lebih lanjut, Ahmad juga mengajak mahasiswa untuk aktif dalam keoraganisasi tanpa mengindahkan aktivitas perkuliahan. "Tidak ada organisasi kemahasiswaan di IAIN Parepare ini yang mengajari anggotanya bermalas-malasan dan mengutamakan kegiatan organisasi daripada perkuliahan. Semua organisasi kemahasiswaan tetap mengedepankan perkuliahan disamping organisasi. Organisasi sukses, menuntut ilmu juga sukses," jelas Rektor IAIN Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan sebelum membuka kegiatan.


Adapun tujuan dilaksanakannya PBAK, sebagai berikut:

  1. Mengembangkan pemahaman dan penghayatan peserta terhadap sistem pendidikan di IAIN Parepare

  2. Mengembangkan kecerdasan spritual, emosional, intelektual dan sosial peserta

  3. Memupuk semangat solidaritas dan toleransi antara sivitas akademika

  4. Mengembangkan rasa memiliki dan tanggungjawab akademik, sosial terhadap disiplin ilmu

  5. Mengembangkan sikap kritis dan kreatif mahasiswa

  6. Mengembangkan nilai-nilai kearifan lokal





[caption id="attachment_8693" align="alignnone" width="300"] Foto: Persembahan Tari Kreasi oleh Aliansi Mahasiswa Seni (Animasi) IAIN Parepare[/caption]

 

Senin, 27 Agustus 2018

Technical Meeting PBAK dirangkaikan Placement Test

IAIN Parepare--- Sebanyak 1789  mahasiswa mengikuti technical meeting (pertemuan teknis) pada Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di pelataran gedung zona akreditasi, IAIN Parepare (27/08).

[caption id="attachment_8668" align="alignnone" width="300"] Foto: ribuan mahasiswa[/caption]

Technical meeting tersebut juga turut dirangkaikan dengan kegiatan placement test yang akan berlangsung selama 2 hari. Placement test dilakukan guna mengetahui kemampuan awal mahasiswa dalam membaca kitab suci Al-Qur'an. Menurut Ketua panitia, Dr. Hj. Hamdanah Said, hasil placement test akan dikategorikan menjadi 4 kategori.

"Kategori pasih akan mendapatkan nilai A, kategori lancar mendapat B. Mahasiswa yang mendapat nilai C dan D  akan dibina oleh Pusat  Pengembangan Sumber Daya Insani yang Handal (PASIH ) IAIN Parepare sedangkan mahasiswa yang mendapatkan nilai A dan B akan mendapatkan sertifikat," jelasnya saat ditemui di sekretariatan panitia PBAK.

[caption id="attachment_8670" align="alignnone" width="353"] Foto: Salah seorang penguji, Placement test[/caption]

[caption id="attachment_8671" align="alignnone" width="300"] Para peserta Placement Test dibagi menjadi beberapa kelompok dalam setiap kelompok terdiri 40 orang.[/caption]

Mahasiswa yang mengikuti placement test merupakan mahasiswa baru dan mahasiswa lama di mana mereka belum pernah mengikuti kegiatan PBAK. Selain itu, dalam technical meeting para mahasiswa juga melakukan penandatanganan pakta integritas.