Humas IAIN Parepare --- Dalam rangka peringatan HUT TNI ke- 74, Komando Distrik Militer ( Kodim) 1405 Mallusetasi menggelar bakti sosial dalam bentuk donor darah. Kegiatan baksos ini dipusatkan di kampus IAIN Parepare, pagi tadi, Rabu,11/9/2019.
Baksos donor darah ini merupakan wujud kerjasama Kodim 1405 Mallusetasi dengan KRS PMI 01 IAIN Parepare. Danramil Soreang, Kapten Inf. Abdul SD selaku penanggung jawab kegiatan mengatakan baksos adalah agenda rutin Kodim 1504 Mallusetasi setiap tahunnya.
"Tahun ini, sengaja memilih kampus IAIN Parepare sebagai wujud keberasamaan dan sinergisitas TNI dengan masyarakat, khususnya sivitas akademik IAIN Parepare", kata Kapten Inf. Abdul SD.
Kegiatan donor darah ini dihadiri langsung Dandim 1405 Mallusetasi, Letkol Kavaleri Ali Syaputra Siregar dan istri. Dandim turut serta mendonorkan darahnya. Bersama Dandim, Wakil Rektor Bidang APK, Dr. Sitti Jamilah Amin, M. Ag dan Wakil Rektor Bidang KK, Dr. H. Muhammad Saleh, M. Ag., juga turut berdonor darah.
"Donor darah ini merupakan kegiatan kerjasama antara Kodim 1450 Mallusetasi dengan IAIN Parepare dan stakeholder lainnya, seperti Pemkot Parepare dan Polres. Melalui kegiatan donor darah ini, kita berkontribusi terhadap persediaan darah di Parepare. Darah itu sangat dibutuhkan masyarakat dalam keadaan darurat", kata Dandim saat memberikan keterangan kepada pers.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang KK, H. Muhammad Saleh menyambut dengan senang hati atas pelaksanaan bakti sosial TNI yang dipusatkan di kampus IAIN Parepare. "Kerjasama dengan TNI merupakan wujud sinergisitas dan kebersamaan yang akan terus digalakkan pada masa datang," terangnya.
Humas IAIN Parepare --- Sebagai rangkaian penyambutan mahasiswa baru, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menggelar pertemuan orangtua / wali dengan sivitas kampus di gedung Auditorium, Jumat, 6/9/2019. Kegiatan ini dihadiri ribuan orangtua / wali yang berasal dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan bahkan lintas provinsi.
Selain orangtua / wali mahasiswa, kegiatan ini dihadiri para pimpinan dan sivitas akademika IAIN Parepare. Diantaranya, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Dr. Sitti Jamilah Amin, M.Ag., Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan, Dr. H. Sudirman L., M.H., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. Muhammad Shaleh, M. Ag., para Dekan dan Wakil Dekan Fakultas, para Kabag dan Kasubag, dan para Ketua Lembaga, Kepala UPT dan Ketua Program Studi.
Dalam laporannya, ketua panitia, Naharuddin yang juga menjabat sebagai Kepala Bagian Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama mengatakan kegiatan ini sengaja dilaksanakan sebagai ajang ramah-tamah dan silaturrahim antara orangtua / wali mahasiswa dengan sivitas kampus. Tujuannya, agar terbangun semangat kekeluargaan dan kebersamaan antara orangtua / wali mahasiswa dengan pimpinan dan sivitas kampus.
Lebih jauh, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga (APL), Sitti Jamilah Amin menjelaskan pertemuan ini penting dilakukan sebagai upaya membangun komunikasi dengan pihak orangtua / wali agar mereka mengetahui proses akademik, perkuliahan, dan administrasi yang dilalui mahasiswa selama kuliah di IAIN Parepare. "Pada kesempatan ini, orangtua / wali mahasiswa akan memperoleh penjelasan detail terkait akademik, keuangan dan kemahasiswaan masing-masing dari wakil rektor di bidangnya", jelasnya.
Sitti Jamilah Amin yang memberi sambutan mewakili Rektor IAIN Parepare berbicara di depan orangtua / wali mahasiswa, juga menyampaikan progres, baik kualitas atau pun kuantitatif dari pelaksanaan kegiatan penyambutan mahasiswa baru, diantaranya kegiatan Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) dan Pekan Tilawatil al-Quran (PTQ) Mahasiswa Milenia. "Total mahasiswa baru yang kami terima pada tahun akademik 2019 berjumlah 1.799 orang, yang terbagi pada 4 fakultas dengan 27 program studi", kata Sitti Jamilah Amin.
Semua mahasiswa baru telah di tes membaca al-Quran. Hasilnya, ditemukan sejumlah kategori kemampuan membaca al- Quran. Ada tahfiz yang menghafal 3, 5, 10 dan 15 juz. Bahkan ada 2 orang tahfiz menghafal 30 juz. Selain itu, ada yang berkemampuan tilawah, tetapi ada juga yang tidak bisa membaca al- Quran, jumlahnya kurang lebih 200 orang.
"Khusus bagi mahasiswa yang tidak bisa membaca al- Quran. Kami akan bina secara khusus melalui Ma'had Jamiah. Ma'had Jamiah akan menyediakan program mengaji sampai mereka benar-benar lancar membaca al- Quran", paparnya. Doktor bidang pemikiran Islam ini, juga menegaskan pentingnya mahasiswa memiliki kemampuan membaca al-Quran. "Mahasiswa tidak bisa menyelesaikan kuliahnya di kampus ini, jika tidak mampu membaca al- Quran karena ada beberapa kegiatan akademik, seperti PKM mempersyaratkan kemampuan mengaji," tegasnya.
Dalam acara temu orang tua / wali ini, dibuka sesi dialog yang dipandu oleh Wakil Dekan Fakshi, Budiman, S.Ag.,M.H.I. Dalam sesi dialog ini, orangtua / wali mempertanyakan masalah pembayaran UKT, masalah perkuliahan, prospek program studi, masalah organisasi mahasiswa, dan sebagainya. "Kegiatan seperti ini bagus pak, agar kita orangtua memperoleh informasi yang detail dari kampus tentang proses perkuliahan," kata seorang orangtua yang dikonfirmasi. Sebelum acara berlangsung, panitia membagikan kalender akademik kepada masing-masing orangtua / siswa.
HUMAS IAIN Parepare--- Pekan Tilawah Al-Qur’an (PTQ) Mahasiswa Baru IAIN Parepare tahun 2019 resmi ditutup oleh Wakil Rektor I IAIN Parepare, Dr. Sitti Jamilah Amin di Auditorium IAIN Parepare, Kamis (05/09).
Penutupan ditandai dengan pengumuman juara umum atas pemenang lomba yang dilaksanakan oleh Ma’had Al-Jami’ah IAIN Parepare.
Kegiatan yang berlangsung mulai hari Selasa (03/09) ini diikuti oleh mahasiswa baru IAIN Parepare yang sebelumnya telah mengikuti penyeleksian pada tingkat masing-masing fakultas.
Ketua Ma’had Al-Jami’ah IAIN Parepare, Dr. Abu Bakar Juddah mengungkapkan rincian kegiatan PTQ pada laporannya.
“Di hari pertama hari Selasa, pemberian tausiah, kemudian dilanjutkan di hari kedua dengan pemberian materi metode cepat membaca al-Qur’an dan hari ketiga mengadakan lomba tilawah dan tahfidz,” ucapnya.
Dr. Abu Bakar Juddah juga menjelaskan tentang adanya dua jalur studi yang penting diikuti bagi seluruh mahasiswa sesuai dengan ketatapan Menteri Agama RI untuk seluruh perguruan tinggi keagamaan Islam.
“Di IAIN ini ada dua jalur studi yang kita tempuh kedudukannya sama-sama ditetapkan oleh Menteri Agama. Pertama harus menuntaskan seluruh SKS (Satuan Kredit Semester), kedua jalur Mahad dengan mendapatkan sertifikat. Kalau sudah selsai SKSnya melalui jalur semesteran tetapi mahadnya belum selesai berarti Anda belum bisa maju untuk ujian sarjana karena keduanya sama-sama pentingnya,” jelasnya di hadapan mahasiswa baru.
Piala bergilir diraih oleh Fakultas Tarbiyah yang diserahkan langsung oleh Wakil Rektor I IAIN Parepare kepada Dekan Fakultas Tarbiyah yang disaksikan oleh para dekan dan wakil dekan fakultas, para kepala unit, para Ketua Program studi dan seluruh peserta PTQ.
Dr. Sitti Jamilah Amin selaku Wakil Rektor I IAIN Parepare berharap agar pemantau terhadap perkembangan membaca al-Qur’an kepada mahasiswa tetap dilakukan.
Jamilah juga mengungkapkan ke depan, mahasiswa yang memiliki kemampuan dapat menjadi utusan IAIN Parepare untuk mengikuti berbagai event di tingkat nasional seperti Poros Intim maupun Pionir.
“Kalian berhak ikut seleksi tingkat institut untuk dikirim sebagai duta kita mewakili IAIN Parepare ke tingkat nasional dan tahun depan kalian juga bisa ikut seleksi Pionir,” ucap Wakil Rektor I IAIN Parepare, Dr. Sitti Jamilah Amin.
Sebelum menutup kegiatan, Jamilah juga menghimbau agar mahasiswa yang memiliki hafalan Al-Qur’an 5 juz ke atas agar segera melakukan pendaftaran untuk diberikan beasiswa tahfiz.
Salah satu peserta yang berhasil mendapatkan juara pada Pekan Tilawah Al- Qur’an (PTQ), Muhammad Zainul Rusdi mengaku bersyukur atas pencapain yang telah diraih.
“Insyaa Allah ke depan saya ingin mempermantap bacaan saya untuk menjadi lebih baik lagi,” ucapnya.
Muhammad Zainul Rusdi yang telah berhasil menuntaskan hafalan seluruh 30 juz ini mengaku pentingnya memiliki target dalam menghafal al Qur’an.
“Di mana ada target, di situ pencapaian akan kelihatan,” tambah Muhammad Zainul Rusdi.
Humas IAIN Parepare --- Tercatat sebagai anggota Majelis Pengawas Daerah Notaris (MPDM) kota Parepare, Zainal Said bersama anggota MPDM lainnya secara pro aktif menerima laporan dan keluhan masyarakat terkait notaris dan kinerjanya. Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Parepare ini efektif melaksanakan tugas kepengawasannya setelah dilantik sebagai anggota Majelis Pengawas Daerah Notaris (MPDN) pada bulan April lalu.
Menurut Zainal Said, DPC MPDN kota Parepare sejak pelantikannya telah melaksanakan pengawasan terhadap kinerja notaris. Seperti yang dilaksanakan kemarin, Selasa, 2/9/2019, DPC MPDN kota Parepare menggelar Rapat Majelis untuk membahas aduan masyarakat. Dalam rapat ini, majelis pengawas melakukan evaluasi terhadap notaris yang bermasalah dengan tugas atas pengaduan yang diajukan kliennya (masyarakat).
Melalui rapat ini, majelis melakukan identifikasi dan pemetaan masalah, merumuskan masalah, mengeluarkan rekomendasi dan mendorong penyelesaian dari permasalahan yang tengah dihadapi. "Pada intinya, majelis pengawas melakukan mediasi antara notaris dan klinenya agar masalah yang sedang dihadapi dapat terselesaikan. Kita tidak ingin, ada masalah kenotarisan yang mengalami masalah berkepanjangan dengan klien atau berlanjut ke pengadilan," kata alumni doktor ilmu hukum ekonomi Universitas Gaja Mada Yokyakarta.
Menurut Zainal Said, kasus notaris di wilayah kerja DPC. MPDN kota Parepare yang meliputi Parepare, Pinrang, Sidrap, Barru dan Enrekang cukup banyak. Aduan masyarakat yang masuk di meja Majelis Pengawas ini beragam. Mulai masalah administrasi, penerbitan sertifikat, sampai persoalan etika notaris. Pengaduan masyarakat diterima oleh Majelis Pengawas di sekretariat DPC MPDN kota Parepare yang bertempat di kantor Imigrasi, Jl. Jenderal Sudirman kota Parepare.
Hanya saja, lanjut Zainal Said, Majelis Pengawas tidak memiliki kewenangan untuk mengadili dan menjatuhkan sanksi kepada notaris. "Sebagai majelis pengawas, kita hanya memberikan pembinaan, konsultasi, dan membantu notaris dan kliennya dalam menyelesaikan masalahnya. "Tetapi Majelis Pengawas dapat memberikan rekomendasi sanksi kepada pihak terkait, misalnya organisasi kode etik notaris, jika ada notaris yang tidak bisa dibina lagi," katanya.
Berdasarkan Permenkumham nomor 02.PR.08.10 tahun 2004, peranan Majelis Pengawas Notaris adalah melaksanakan pengawasan terhadap Notaris, supaya dalam menjalankan tugas jabatannya tidak menyimpang dari kewenangannya dan tidak melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku, disamping itu juga melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap notaris.
Humas IAIN Parepare--Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menggelar Rapat Pimpinan Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2019/2020 di gedung Auditorium, pasca pelaksanaan kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), Senin (02/09).
Dalam kegiatan ini sebanyak kurang lebih 1.700 orang mahasiswa baru yang hadir memadati auditorium IAIN Parepare.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Dr Sitti Jamilah Amin, dalam laporannya menyampaikan sebanyak 1.799 orang mahasiswa baru yang diterima di IAIN Parepare. Fakultas Tarbiyah berjumlah 544 orang Mahasiswa, Fakultas Syariah dan Hukum Islam berjumlah 325 orang mahasiswa, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah berjumlah 371 orang mahasiswa, dan fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam berjumlah 564 orang mahasiswa.
Selanjutnya, Rektor IAIN Parepare Dr. Ahmad Sultra Rustan, M.Si, dalam sambutannya memberikan semangat kepada ribuan mahasiswa serta menerima secara resmi Mahasiswa baru. “pada hari ini mahasiswa baru resmi kami terima sebagai mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare”.
Rektor juga menyampaikan selamat datang dalam bahasa arab “Ahlan wa Sahlan” kepada mahasiswa baru di kampus yang menjunjung nilai moral Malebbi Warekkadana Makkiade Ampena.
Lebih lanjut lagi rektor juga berpesan dan mengimbau mahasiswa untuk tetap mengenakan jas almamater selama kurang lebih 3,5-4 tahun hingga memakai toga dan mendapat gelar kesarjanaan.
Kemudian rangkaian acara penerimaan mahasiswa baru ini ditandai dengan penyematan jas almamater kepada mahasiswa baru, dilanjutkan dengan ikrar mahasiswa dan penandatanganan Pakta integritas secara simbolis.
Humas IAIN Parepare --- Senin, 1/9/2019, bertempat di Gedung Auditorium, Rapat Pimpinan Peresmian Mahasiswa Baru IAIN Parepare Tahun Akademik 2019 berlangsung. Sitti Jamilah Amin selaku Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga (APL) menyampaikan laporannya di depan pimpinan dan civitas kampus, seputar data dan kondisi mahasiswa baru tahun akademik 2019 pasca kegiatan PBAK.
Salah satu poin yang dilaporkan Wakil Rektor Bidang APL ini adalah hasil tes baca al- Quran bagi mahasiswa baru. Berdasarkan hasil tes baca al- Quran yang dilakukan tim tester pada masing-masing fakultas, ditemukan ada 2 orang mahasiswa baru yang terdeteksi sebagai tahfidzul al- Quran 30 Juz. Salah satu nama yang disebut adalah Muhammad Zainul Rusdi. Setelah menelusuri dan menghimpun data-datanya, maka tim Himas menemukan profil lengkap tahfidzul al- Quran 30 Juz ini. Berikut ini uraian profilnya. Pada tahun 2019 ini, Muhammad Zainul Rusdi telah berusia 19 tahun. Tepatnya, Zainul lahir pada 16 November 2000 di Tanre Assona, salah satu kampung di desa Padakkalawa Kecamatan Mattiro Bulu Kabupaten Pinrang. Muhammad Zainul adalah anak ke- 2 dari pasangan Ipda Rusdi dan Suriante Tahe. Ipda Rusdi bekerja sebagai anggota POLRI yang kini menjabat sebagai anak Kapospol Kecamatan Lanrisang Kabupaten Pinrang.
Sementara Suriante Tahe yang berprofesi ibu rumah tangga adalah salah satu tahfidz Al-Qur’an di Kabupaten Pinrang. Mewarisi dan berkat didikan ibunya. Pada usia sekolah TK, Muhammad Zainul Rusdi sudah gemar membaca dan menghafal al- Quran. Pada saat sekolah dasar, ia sering mengikuti nuzulul al- Quran dan berhasil mendapatkan juara. Zainul mengecap pendidikan di pondok pesantren. Tingkat SMP, dia masuk ke Pondok Pesantren binaan Dr. KH. Muh. Yunus Samad, Lc., yaitu Pondok Pesantren Ittihadul Uswrati wal Jamaah DDI Lerang-lerang, Kecamatan Paleteang, Kabupaten Pinrang. Di Pondok ini, Zainul menghafal al- Quran 4 Juz.
Setelah tamat dari Pesantren Lerang-lerang, Zainul melanjutkan studinya dengan masuk ke Pondok Pesantren Manbaul 'Ulum Addariyah DDI Patobong Hafiz al- Quran. Di pondok pesantren Patobong, Zainul sudah mampu menghafal al- Quran sebanyak 9 jus. Setelah itu, ia melanjutkan ke Pondok Tahfidz Quran Zamsam Makassar. Di sini, Zainul memperoleh ijazah hafalan 10 Juz pada tahun 2017. Selanjutnya, Zainul meraih ijazah hafalan 30 juz dari Pondok Tahfidz Karantina Nasional di Kuningan Jawa Barat. Di Pondok Pesantren ini, Zainul mampu menghafal Al Qur’an sebanyak 30 jus. Saat ini, Muhammad Zainul Rusdi tercatat sebagai mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare pada Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Program Studi Bahasa dan Sastra Arab.
Humas IAIN Parepare --- Pemerintah Kota Parepare menggelar peringatan tahun baru Islam, 1 Muharram 1441 H dengan melaksanakan zikir dan taushiyah di Masjid Raya, Sabtu malam, 31/8/2019. Dosen IAIN Parepare, Budiman Sulaiman, S.H.,M.H.I., menjadi pembawah taushiyah pada acara tersebut.
Acara zikir dan taushiyah yang dilaksanakan ba'da Shalat Magrib ini, dihadiri Wakil Walikota Parepare, H.A. Pangeran Rahim, Kepala Kementerian Agama Parepare, Kapolresta Parepare, para pejabat struktural dan fungsional Pemkot, Tim Safari Zikir TP Center, Jamaah dan sejumlah tokoh masyarakat. Nampak juga hadir, Wakil Rektor IAIN Parepare H. Muhammad Shaleh, yang juga Ketua Majelis Anak Shaleh Kota Parepare.
Dalam taushiyahnya, utstadz Budiman Sulaiman mengurai peristiwa dan makna hijrah Rasulullah Saw. "Hijrah adalah gambaran perjuangan Rasulullah Saw untuk menyelamatkan aqidah. Nabi hijrah dari Makkah ke Madinah bukan takut mati tapi karena Rasulullah Saw pada waktu itu masih minoritas. Dalam sejarah disebutkan pengikut Islam saat itu baru sekitar 100 - 200 orang. Rasulullah Saw dan pengikutnya dibaikot di Makkah sehingga kehidupannya bersama para sahabat mengalami penderitaan yang luar biasa, baik secara fisik mau pun secara ekonomi. Tiga tahun, Rasulullah Saw dan para sahabat hanya makan daun karena kaum Quraiys memboikot dan melarang perdagangan qandum dan makanan pokok lainnya".
"Karena perjuangan menyelamatkan aqidah, maka Rasulullah Saw atas perintah Allah Swt melalui malaikat Jibril melakukan hijrah dari kota Makkah menuju kota Madinah," urai Budiman Sulaiman, yang menjabat sebagai Wakil Dekan pada Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam IAIN Parepare. Rasulullah Saw memiliki kesabaran yang luar biasa tingginya, lanjut Budiman dalam taushiyahnya, beliau tidak pernah menyerah dan membalas kekejaman kaum Quraiys tersebut. Andai Rasulullah mau, cukup beliau berdoa kepada Allah Swt untuk menghancurkan kaumnya, seperti yang dilakukan para Nabi sebelumnya. Tetapi beliau tak sedikit pun mengeluh, menyerah dan berdoa untuk itu.
"Di situlah, keluhuran dan ketinggian akhlak Rasulullah Saw. Keburukan dan kejahatan tidak pernah dibalas dengan keburukan yang sama. Rasulullah Saw adalah rahmatan lil alamin. Jadi, intisari ajaran Islam adalah rahmatan lil alamin. Islam harus jadi cahaya penerang di sekitarnya. Tidak boleh jadi gelap dan menggelapkan masyarakat," urai ustadz Budiman Sulaiman, yang dikenal dengan seruan-seruan kemanusiaannya. Ustadz Budiman juga mengapresiasi Pemerintah Kota Parepare. Menurutnya, perjuangan Pemerintah Kota Parepare telah memancarkan "nur budi atau bercahaya". Ada berbagai program yang telah memancarkan cahaya tersebut. Seperti pemberangkatan umrah bagi imam-imam Masjid dan adanya tim zikir yang mempelopori gerakan zikir di kota Parepare. Program ini lah yang akan menebarkan cahaya dan penerang bagi masyarakat", kuncinya.
Humas IAIN Parepare --- Salah satu kandidat Doktor bernama Abdul Aziz dengan hasil disertasinya tiba-tiba menghentak masyarakat Indonesia. Mahasiswa program doktor Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini viral dan ramai dibicarakan menyusul hasil disertasinya yang berjudul Konsep Milk al- Yamin Muhammad Syahrur Sebagai Keabsahan Hubungan Seks Non-Marital.
Disertasi ini menuai kontroversi setelah awak media ramai memberitakan hasil riset ini sebagai rujukan legalisasi sahnya hubungan seks diluar nikah. Berbagai tanggapan dan penolakan bermunculan, khususnya dari kalangan akademisi di kampus. Tak terkecuali para dosen di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare. Mereka tertarik dan terpancing mendiskusikan tema yang lagi marak tersebut.
Dalam 2 hari terakhir, diskusi hangat terkait disertasi Abdul Aziz ini berlangsung seru dan menarik di grup whatshapp "Akademia IAIN Parepare". Ada beberapa dosen yang memotori diskusi tersebut, diantaranya Budiman Sulaiman, S.H., M.H.I., H. Islamul Haq, Lc., M.Ag., Dr. H. Muhiddin Bakry, Lc., M. Ag., dan Drs. Nurkidam, M. Si. Mereka membincang konsep Milk al- Yamin Muhammad Syahrur yang melegalkan hubungan seks di luar nikah dari berberbagai perspektif.
Pada awal diskusi, Islamul Haq mengetengahkan kesimpulan disertasi milik Abdul Aziz. Dalam kesimpulan disertasinya, Abdul Aziz menuliskan bahwa konsep milk al-yamin Muhammad Syahrur merupakan sebuah teori baru yang dapat dijadikan sebagai justifikasi terhadap keabsahan hubungan seksual non- marital. Dengan teori ini, maka hubungan seksual non- marital adalah sah menurut syariat sebagaimana sahnya hubungan seksual marital.
Konsep ini menawarkan akses hubungan seksual yang lebih luas dibanding dengan konsep milk al-yamin tradisionalis. Namun, ditinjau dari perspektif emansipatoris, ekstensitas akses seksual dalam konsep ini masih tampak timpang, karenanya dapat dinikmati olehlaki-laki sementara bagi perempuan cenderung stanan. Kontribusi yang diperloleh dari penelitian ini adalah dapat memperkaya khazanah ilmu pengetahuan hukum Islam, khususnya terkait seksualitas manusia (fiqh seksual). Di samping itu, peneltian ini juga dapat menjadi dasar untuk melakukan pembaruan hukum perdata dan pidana Islam. Kesimpulan disertasi ini dikritisi Islamul Haq. Menurut pakar hukum Islam jembolan Universitas al- Azhar Mesir ini, rujukan pustaka yang digunakan Abdul Aziz dalam mengkaji konsep Muhammad Syahrur agak keliru, karena hanya merujuk pada buku-buku yang pro terhadap pemikiran tersebut dan tidak menggunakan rujukan yang kritis terhadap pemikiran Muhammad Syahrur. Abdul Aziz sebagai peneliti terjebak hanya mengamini dan menerima konsep Milk al- Yamin Muhammad Syarur secara sepihak. Ismaul Haq mengkhawatirkan jika konsep ini diframing oleh media akan membahayakan. "Bisa saja anak-anak kita menghalalkan seks", tulis Islamul Haq.
Sementara Budiman Sulaiman meng- upload naskah pers release dari pihak Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga yang merilis pendapat dan koreksi tim promotor dan penguji disertasi Abdul Aziz. Wakil Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Islam ini mengawali penilaiannya dari sosok Abdul Aziz sebagai penulis artikel populis di media, yang banyak membahas topik munakahat dan bahkan secara spesifik tentang al- muharamat. Ditanya soal kesimpulan disertasi tersebut, Budiman secara diplomatis menjawab jika tim promotor dan penguji meloloskan, maka yang bersangkutan menjadi doktor. Sebagai hasil riset, secara implisit Budiman menilai disertasi ini dapat memperkaya khazanah ilmu pengetahuan hukum Islam, khususnya terkait seksualitas manusia (fiqh seksual). Meski membenarkan bahaya hasil disertasi ini terhadap persepsi anak-anak tentang kehalalan seks, tetapi Budiman menyimpulkan bahwa disertasi tersebut bukan menganjurkan apa lagi memprovokasi. "Syahrur hanya melihat dari aspek seksualitas, sementara Abdul Aziz perspektif kemanusiaan. Itu pun bukan melegalitas prostitusi".
Lebih jauh, Budiman menilai ada kesamaan Muhammad Syahrur dan Abdul Aziz. Keduanya ingin menjadikan al- Quran sebagai basis moral-teologis untuk menyelesaikan problem-problem kontemporer. Hasil risetnya adalah produk pemikiran tafsir yang mesti menjadi basis transformasi dan solusi bagi problem sosial keagamaan masyarakat kontemporer. "Negara kita butuh penafsir beraliran reformis-moderat. Bukan tradisionalis-konservatif apa lagi penafsir beraliran progresif-sekularis. Kita butuh Quraish Shihab baru", tulis alumni MANPK ini. Tanggapan menarik lainnya, dikemukakan salah satu jembolan al- Azhar lainnya, yaitu Muhiddin Bakry. Ketua Prodi Sosiologi Agama ini menilai lebih kritis terhadap pemikiran Syahrur. Menurutnya, Hermeneutika al- Quran Syahrur terlihat dominan menggunakan teori hermeneutika Paul Ricoeur. Teori ini menggiring untuk melakukan dekontekstualisasi ketika teks berlepas dari cakrawala intens yang terbatas dari pengarangnya. Ataukah membuka teks dibaca secara luas dengan pembaca beragam atau terekontekstualisasi. "Artinya, Syahrur anti otoritas (muktabar) keilmuan, sehingga sesuatu yang qath'i bisa jadi zhanni (asumtif) dan begitu sebaliknya," tulis Muhiddin. Doktor bidang pemikiran Islam ini mengakui jika pemikiran selevel Syahrur selalu merangsang untuk dikaji karena pendekatannya merujuk pada filsafat dan hermeneutika. Lebih lanjut Muhiddin menuliskan, jika ditinjau dari sosiologi umum konsep Abdul Aziz tidak bermasalah. Para pecandu hedonisme akan merujuknya, karena mereka beranggapan masalah seks adalah hak azazi manusia. Sebaliknya dalam tinjauan agama, khususnya agama Islam konsep ini pasti bermasalah. Dalam perspektif ini, Muhiddin menilai hasil disertasi tersebut bermasalah. Pendapat yang lebih kritis datang dari Nurkidam. Sepanjang diskusi via whatshapp ini, Ketua Prodi Sejarah Kebudayaan Islam ini sangat kritis dan mencurigai penulis disertasi ini memiliki misi lain, selain dari kepentingan riset. Bahkan Nurkidam mengusulkan perlunya meneliti asal usul Muhammad Syahrur. Dia curiga pemikiran Syahrur dipengaruhi gaya hidup tanpa nikah dan sebagai pengagung kehidupan barat. Nurkidam secara tegas berkesimpulan bahwa pemikiran Muhammad Syahrur dalam disertasi Abdul Aziz tidak relevan dan melanggar nilai budaya dan moral bangsa Indonesia. Selain pendisuksi di atas, disuksi via grup whatshapp ini melibatkan banyak dosen lainnya, yang pendapatnya tidak terangkum dalam diskusi menarik ini. Diantaranya, Rusnaenah Amin, Ali Halidin, Nahrul Hayat, Muh. Ismail, Badruzzaman, Muh. Ali Rusdi, Haramain, dan lain-lain. Saat berita ini dirilis, diskusi tentang tema masih berlangsung dan semakin menarik.
Humas IAIN Parepare --- Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (IAIN) Parepare yang berlangsung selama 4 hari ditutup hari ini, Jumat, 30/8/2019. Rektor IAIN Parepare, yang diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Sitti Jamilah Amin menutup secara resmi kegiatan tersebut sekitar jam 17.30 wita.
Hadir dalam acara penutupam kegiatan PBAK sejumlah pejabat, diantaranya Wakil Rektor Bidang AUPK, H. Sudirman L., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, H. Muhammad Saleh sekaligus penanggung jawab PBAK, para Dekan dan Wakil Dekan Fakultas, Ketua LPM, Ketua LP2M, Kepala Perpustakaan, Kepala Laboratorium, Kepala TIPD, Ketua PBAK, Iskandar, para Ketua Prodi, dan sejumlah dosen lainnya.
Sitti Jamilah Amin dalam sambutannya memberikan apresiasi dan ucapan selamat kepada mahasiswa baru yang telah melewati proses PBAK dengan penuh semangat dan telah resmi menyandang mahasiswa IAIN Parepare. Pelaksanaan PBAK tahun 2019 dinilai Sitti Jamilah Amin telah berjalan lancar dan sukses. "Saya memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia yang telah mendedikasikan tenaga, pikiran dan waktunya dalam pelaksanaan PBAK ini. Terima kasih atas dedikasi dan kerja keras panitia, sehingga pelaksanaan PBAK ini sukses," paparnya di depan ribuan mahasiswa baru.
Hal serupa disampaikan Penanggung jawab PBAK, H. Muhammad Saleh sekaligus Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama. Melalui pesan whatshapp yang di upload di grup whatshapp Akademia IAIN Parepare, H. Muhammad Saleh menuliskan "terima kasih atas kerjasama semuanya dengan bekerja bersama dengan bekerja bersama PBAK sukses dan ini sukses kita bersama. Maaf bila ada hal yang tidak yang tidak berkenan, tidak sesuai harapan kita. Sekali lagi terima kasih. PBAK tidak sukses dan berjalan lancar tanpa kebersamaan. #SuksesPBAK".
Rangkaian acara penutupan PBAK tahun 2019 berlangsung seru dan semarak. Khususnya pada saat peserta menyelesaikan ajang lomba bakat dan pembacaan juara lomba. Muh. Ali Rusdi yang membaca pengumuman juara-juara lomba disambut yel-yel dan teriakan peserta. Auditorium yang berkapasitas 2.000 orang langsung bergemuru ala stadion sepak bola. Dengan suara lantang, Muh. Ali Rusdi membacakan hasil keputusan juri yang diketuai Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Sitti Jamilah Amin. Tak kalah menariknya adalah penampilan mahasiswa asal Thailand yang turut berpartisipasi dalam memberikan hiburan kepada peserta PBAK. Tampil berenam, mereka berlenggak lenggok ala Melayu di atas panggung membawakan nasyid dan lagu Thailand. Serentak, para peserta memberikan tepuk tangan meriah atas penampilan mereka.
Sementara hasil lomba dalam ajang lomba bakat antar fakultas adalah
PEMENANG LOMBA BARZANJI:
FAKSHI (Nilai 83)
FUAD (Nilai 82)
FAKTAR (Nilai 80)
FEBI (Nilai 79) PEMENANG LOMBA PIDATO:
FAKSHI (Nilai 87)
FAKTAR (Nilai 85)
FUAD (Nilai 84)
FEBI (Nilai 72) PEMENANG LOMBA NASYID:
FAKTAR (Nilai 90)
FUAD (Nilai 89)
FEBI (Nilai 88)
FAKSHI (Nilai 87) PEMENANG LOMBA HYMNE/MARS:
FEBI (Nilai 90)
FAKTAR (Nilai 85)
FAKSHI (Nilai 83)
FUAD (Nilai 80) PEMENANG LOMBA YEL-YEL:
FAKTAR (Nilai 91)
FAKSHI (Nilai 88)
FUAD (Nilai 84)
FEBI (Nilai 83) PEMENANG LOMBA JINGLE:
FAKSHI (Nilai 85)
FEBI (Nilai 84)
FAKTAR (Nilai 82)
FUAD (Nilai 80) ** JUARA UMUM: FAKULTAS SYARIAH DAN ILMU HUKUM ISLAM
TIPD - Pada hari jumat ( 30/08 ) Sub.bag POH bekerjasama dgn UPT. TIPD melaksanakan online training penggunaan aplikasi perencanaan dan anggaran, Kegiatan ini dilaksanakan dengan memanfaatkan sarana teleconfrence host to host dari ruang training upt TIPD dan meeting room perusahaan startup pengembang aplikasi ebudgeting di Kota Bandung, Jawa Barat. Adapun peserta training ini diikuti oleh Hasim dan Akmal Ibrahim Ka. Subbag dan staff Perencanaan Organisasi dan Hukum, didampingi staff UPT. TIPD IAIN Parepare selaku co-trainer. Materi sendiri dari awal sampai akhir dibawakan langsung oleh Bapak Ahmad Daniel, selaku CEO perusahaan.
Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang utuh dan detail terkait penggunaan aplikasi perencanaan dan anggaran. Kegiatan yang dilaksanakan secara tatap muka virtual ini secara detil membahas beberapa sub materi aplikasi diantaranya; menambah data RKAKL, Menambah data detail kegiatan tiap unit kerja, mengenerate kegiatan otomatis dari MAK, mengisi usulan anggaran per detail kegiatan, mengedit dan menghapus data. Menurut narasumber yang merupakan konsultan IT internasional ini ;
Intinya aplikasi ebudgeting ini mencover sistem perencanaan dari hulu ke hilir , dan bisa diintegraikan dengan modul lain di sistem yang sama, misalkan modul kepegawaian atau modul keuangan dan akuntansi, sehingga bisa lebih akuntabel, lebih lanjut menurut beliau “ sistem ebudgeting ini merupakan subsistem dari sistem anggaran, ini sangat diperlukan oleh sebuah institusi untuk mengontrol perencanaaan dan juga termasuk juga penyerapan anggaran pada setiap unit kerja. Untuk memudahkan analisis dan monitoring, kegiatan didefiniskan dan di kelompokkan menjadi beberapa level yaitu ; Level kebijakan, level komponen atau program, level kegiatan dan level mata anggaran kegiatan, jika bisa laksanakan oleh semua komponen yang terlibat, aplikasi ini didesain untuk mampu memecahkan persolan-persoalan di perencanaan dan keuangan jika dapat di implementasikan dengan tepat, tutup alumni teknik elektro ITB ini.
Hasim selaku kasubbag perencanaan, organisasi dan hukum ( POH ), yang berkepentingan langsung terhadap aplikasi tersebut, menambahkan ;
Urgensi dilaksanakannya kegiatan ini dalam rangka pengembangan dan inovasi perencanaan, untuk mendapatkan hasil perencanaan yang akurat berbasis kebutuhan, buttom - up, dan untuk mengatasi kesulitan pengumpulan program kerja yg dirasakan selama ini, dengan menggunakan cara - cara manual dan semi manual, selain itu pimpinan terkait juga dapat dengan mudah memonitor progres perencanaan dan penyerapan anggaran secara realtime dan mobile, yang selama ini hampir mustahil dilakukan tanpa menggunakan teknologi informasi, Insya allah tahun ini kami sudah mulai menjalankan aplikasinya di internal perencanaan, meskipun belum melibatkan seluruh unit kerja, karena anggaran sudah telanjur berjalan. Dengan persetujuan pimpinan, tahun depan kami akan melakukan sosialisasi di semua unit kerja dan memastikan semua data usulan sudah terinput di aplikasi dan dapat terpantau oleh pihak perencanaan dan pimpinan insitusi sebelum Rapat Kerja tahunan dilaksanakan” tutup alumni Magister Manajemen SDM UMI ini.
Ditempat yang sama, Sufyaldy selaku kepala UPT. TIPD , unit yang bertanggungjawab terhadap tatakelola Teknologi Informasi di IAIN Parepare, menjelaskan ;
Aplikasi ebudgeting, yang merupakan sub modul anggaran ini sebetulnya sudah ada dan direncanakan untuk di implementasikan sejak tahun 2018 lalu, akan tetapi karena infrastruktur server dan jaringan yang belum siap pada saat itu, serta masih ada beberapa bugs error di aplikasi, sehingga masih tertunda. Akan tetapi merespon persoalan perencanaan yang semakin kompleks dan antusiasme dari pihak perencanaan untuk segera mengimplementasikan sistem ini, kita tetap upayakan aplikasinya sudah bisa berjalan tahun ini, sambil disempurnakan. Hampir mustahil perencanaan bisa menghasilkan output yang benar dan tepat, tanpa data yang memadai yang menjadi bahan baku informasi yang valid dan berkualitas dan itu membutuhkan dukungan teknologi informasi sebagai enabler.
Kedepannya diharapkan software RKAKL buatan Kementerian keuangan juga sudah membuka webservice aplikasinya, sehingga memungkinkan untuk integrasi data host to host dengan aplikasi ebudgeting ini secara otomatis, selama ini pihak perencana harus melakukan entry ulang form anggaran yang sangat menyita waktu dan tenaga. Dari sisi arsitektur aplikasi, ebudgeting yang kita gunakan saat ini sangat mungkin diintegrasikan dengan aplikasi luar, termasuk aplikasi RKAKL sendiri, bahkan jika dikembangkan lebih jauh, aplikasi berbasis ERP ini mampu mengintegrasikan semua subsistem bisnis proses yang ada di internal eksternal institusi, karena teknologi aplikasinya sudah menggunakan standar industri dan dukungan komunitas dokumentasi yang sangat luas.
Humas IAIN Parepare--Narkoba merupakan kejahatan yang luar biasa karena menjadi salah satu senjata yang dapat melumpuhkan bangsa. Narkoba menyasar semua kalangan terutama kalangan remaja sebagai penerus bangsa. Untuk itu perlu penanganan sejak dini dengan memberikan pengetahuan kepada generasi muda tentang bahaya narkoba.
Demikian yang disampaikan oleh kapten Abdul Sadar g, komandan Damramil 1405 /Soreang Kota Parepare saat menjadi pemateri di kegiatan PBAK 2019 di gedung Auditorium IAIN Parepare, rabu (28/08).
Awalnya materi mengenai ancaman integrasi bangsa, bahaya narkoba dan korupsi dibawakan oleh Letkol Kav Ali Syahputra Siregar, SH, MH Komandan Kodim 1405 Mallusetasi tetapi karena urusan yang mendesak sehingga diwakilkan.
Abdul Sadar Mengatakan bahwa jenis narkoba yang tersebar di Indonesia yang paling banyak adalah jenis sabu-sabu.
“terutama dikalangan remaja yang paling diminati itu jenis sabu-sabu sehingga perlu adanya pembinaan mengenai bahaya narkoba jenis ini. Apalagi perguruan tinggi kini menjadi sasaran oleh pengedar” tambahnya.
Abdul sadar juga menjelaskan “Adapun masuknya narkoba di negara kita ini dapat melalui turis asing, diplomat, utusan kesenian dan pertukaran pelajar antar negara. Sehingga yang menjadi tujuan utama masuknya narkoba di negara kita itu adalah melalui perguruan tinggi”.
Sehingga salah satu cara untuk menangkal bahaya narkoba adalah dengan taat beragama atau cukup iman. Mahasiswa perlu diberi benteng pertahanan untuk bisa menolak segala bujuk rayu dari narkoba tersebut.
Apalagi, daya rusak narkoba lebih besar daripada tindak pidana korupsi maupun terorisme. Untuk itu ancaman narkoba harus ditangani secara intensif dengan mengoptimalkan seluruh komponen, terutama unsur pemerintah dan lembaga negara.” Ungkap Abdul sadar
HUMAS IAIN Parepare--- Setiap orang memiliki mimpi, dalam lirik lagu Laskar Pelangi oleh Giring Nidji mimpi itu kunci untuk menaklukan dunia. Dengan adanya mimpi seseorang akan jadi lebih tahu tujuan hidupnya seperti mimpi yang dimiliki oleh Rektor IAIN Parepare DR Ahmad Sultra Rustan. Tiga mimpi besar Rektor IAIN Parepare Dr Ahmad Sultra Rustan disampaikan di hadapan ribuan mahasiswa peserta Pengenalan Budaya Akademik Kemahasiswaan (PBAK), Selasa (27/08). Ketiga mimpi tersebut diharapkan dapat terwujud baik pada kepemimpinannya maupun pada kepemimpinan rektor selanjutnya. Adapun tiga mimpi tersebut di antaranya pertama, IAIN Parepare memiliki rumah sakit Islam, kedua dibangunnya kampus dua di lokasi 50 hektar dan terakhir IAIN Parepare menjadi dambaan bagi masyarakat. Yenni, salah satu mahasiswa fakultas Tarbiyah pada sesi tanya jawab menyampaikan pertanyaan tentang bagaimana menghasilkan alumni berkualitas? Pertanyaan tersebut langsung dijawab oleh Rektor dengan rasa optimis. “Kita harus perbaiki proses pembelajaran dan melengkapi sarana dan prasarana termasuk dosen. Dosen di sini ketika kita harus terima, diuji dulu. Tidak ada bilang karena keluarganya Rektor jadi diterima, itu tidak ada. Dosen luar biasa itu juga dites, kita tidak menerima dosen asal-asalan. Kita melihat kualitasnya makanya mahasiswa juga harus kita lihat kualitasnya, bersyukurlah Anda diterima berarti Anda semua mahasiswa berkualitas,” jelas Ahmad yang disambut tepuk tangan oleh ribuan peserta, mengingat untuk tahun 2019 minat pendaftaran IAIN Parepare mencapai 10.000 orang.
Selain menjelaskan stuktur lembaga, fakultas dan program studi yang dimiliki IAIN Parepare, Ahmad juga menjelaskan visi IAIN Parepare. “Kalau kita katakan akulturasi budaya dan Islam maka budaya-budaya yang ada di Indonesia yang akan diislamkan. Kalau kita katakan Akulturasi Islam dan budaya, Islam ini yang dimasuki budaya, padahal tidak. Justru Islam lah yang akan mempengaruhi budaya makanya visi IAIN Parepare adalah Akulturasi Islam dan Budaya,” ucapnya. Di akhir penyampaian materi arah kebijakan IAIN Parepare, DR Ahmad Sultra Rustan juga mengingatkan kepada mahasiswa agar menjauhi rokok, narkoba dan tetap memenuhi amanah orangtua dengan kuliah bersungguh-sungguh. “Anak-anakku sekalian, selain rokok jauhi narkoba. Jangan sekali-kali mendekati narkoba karena yang dicuragai pengguna narkoba, suatu saat kita akan datangkan dokter untuk memeriksa yang bersangkutan. Kalau kedapatan maka dia akan terkena sanksi berat dan dia akan dipecat sebagai mahasiswa IAIN Parepare tanpa surat pindah,” tegasnya. (hyn)
Humas IAIN Parepare --- Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare tahun 2019 mengusung tema "Membingkai NKRI dengan Moderasi Beragama". Tema ini mewarnai rangkaian acara pembukaan PBAK yang digelar hari ini, Rabu, 28/8/2019 yang berpusat di Auditorium IAIN Parepare.
Salah satu bagian yang menarik perhatian pada acara pembukaan, yaitu aksi selebrasi mahasiswa baru. Mereka melakukan aksi selebrasi dengan membentuk konfigurasi cinta NKRI. Melalui komando pengarah acara, kelompok mahasiswa baru yang memenuhi ruangan, bergerak serentak dan teratur membentuk formasi bendera merah putih dan tulisan IAIN. Konfigurasi ini berulang 3 kali dan memperlihatkan hasil yang cukup memukau.
Rektor dan para pejabat lainnya yang berada di atas panggung merasa takjub dan senang melihat selebrasi mahasiswa yang sangat kreatif itu. Sontak, hadirin memberikan aplaus yang meriah kepada mahasiswa baru. Bahkan Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan memberikan apresiasi dan pujian secara langsung atas kreatifitas mahasiswa tersebut. Tentu saja, selebrasi di atas bukan sekedar hiburan. Tetapi menjadi simbol dari para generasi muda, khususnya mahasiswa yang mencintai negaranya dengan sepenuh jiwanya. Mahasiswa baru sedang menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan dalam dirinya. Mereka sedang menemukan jadi dirinya yang sesungguhnya sebagai generasi bangsa.
Tema NKRI dan moderasi beragama yang diusung dalam kegiatan PBAK tahun 2019 ini merupakan wujudkan komitmen dan konsistensi IAIN Parepare terhadap keutuhan NKRI dalam bingkai keberagaman agama. Melalui pelaksanaan PBAK, mahasiswa dibekali dengan semangat patriotisme, nasionalisme dan cinta NKRI. Pananaman nilai-nilai kebangsaan dikenalkan sebagai budaya kampus, agar mahasiswa tidak terjebak pada idiologi yang anti NKRI dan anti Pancasila. Atmosfer semangat patriotisme dan nasionalisme mahasiswa baru dikokohkan bukan saja melalui materi, tetapi juga terpatrikan dari berbagai tool atau game yang sediakan pengarah acara. Salah satunya melalui tagline PBAK yang berbunyi "teguh dalam kebenaran, tegar dalam perjuangan dan toleran dalam keberagaman". Tagline ini akan menjadi teriakkan pembakar semangat setiap saat kepada peserta PBAK. Pengarah acara akan meneriakkan tagline ini, dan akan dibalas yel-yel mahasiswa baru dengan gerakan yang penuh semangat. Penanaman moral nasionalisme ini disertai dengan nilai-nilai moderasi beragama. Mahasiswa diajak untuk mengedepankan pemahaman agama yang moderat, toleran, dan damai. Bukan beragama yang radikal dan intoleran. Mengajarkan nilai dan sikap-sikap moderasi beragama di kampus akan mencegah generasi muda, khususnya mahasiswa menjauhi cara beragama yang intoleransi, ektremisme dan radikalisme yang bisa mencabik kerukunan umat beragama di Indonesia. Tema PBAK ini, sejalan dengan visi Menteri Agama RI, H. Lukman Hakim yang gencar mengkampanyekan gerakan moderasi beragama di Indonesia sejak tiga tahun terakhir. Salah satu ucapan beliau yang perlu penghayatan adalah "Berindonesia hakikatnya beragama dan beragama hakikatnya berindonesia. Agama apapun pasti menekankan pada nasionalisme dan cinta Tanah Air. Indonesia merupakan negara religius dan agamis, bukan sekuler.
Humas IAIN Parepare--Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tahun 2019 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare dibuka secara simbolik oleh Rektor IAIN, Dr, Ahmad Sultra Rustan, M.Si di gedung Auditorium IAIN, Selasa (28/08).
Pembukaan PBAK ini ditandai dengan penumbukan padi oleh Rektor, para wakil rektor, Kepala Biro AUAK dan Ketua Panitia PBAK. Kemudian penyerahan atribut peserta oleh Rektor IAIN Parepare.
Dr. Iskandar, M.Sos.I. selaku ketua panitia PBAK dalam laporannya menjelaskan bahwa 1.829 Mahasiswa yang mengikuti Kegiatan ini yang terbagi dari 3 unsur. Unsur pertama terdiri dari mahasiswa baru sebanyak 1.799, unsur kedua dari mahasiswa angkatan sebelumnya sebanyak 24 Orang dan yang ketiga dari mahasiswa thailand (Asing) sebanyak 6 Orang.
Rencananya kegiatan PBAK ini akan berlangsung selama 4 hari mulai tanggal 27-30 Agustus 2019. “dalam kegiatan ini ada 8 materi yang telah disusun oleh panitia, diantaranya enam materi dari internal kampus dan 2 materi dari eksternal kampus” jelas iskandar saat memberikan laporan.
Adapun tema kegiatan PBAK kali ini adalah membingkai NKRI dengan Moderasi Beragama dengan tegline Teguh dalam kebenaran, tegar dalam Perjuangan dan Toleransi dalam keberagamaan” Tambahnya lagi.
Dalam kesempatan sambutannya, Rektor IAIN Parepare juga menyuguhkan beberapa pantun. Salah satunya “Hari malam gelap gulita, pasang lilin jalan ke kebun pare, sopan santun budaya kita, jadi kembagaan IAIN Parepare.”
Ahmad Sultra Berpesan kepada seluruh peserta PBAK bahwa perguruan tinggi ibaratnya makhluk yang akademis, dimana mahasiswa ditempa menjadi seseorang yang intelektual dan menjadi pemimpin dimasa yang akan datang.
Rektor juga berpesan ada juga satu budaya kita yang perlu dipelihara pada saat pelaksanaan kegiatan ini yaitu senantiasa memelihara budaya kebersihan.
Humas IAIN Parepare --- Pimpinan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare mengeluarkan kebijakan baru pada bidang akademik, yaitu melakukan perpanjangan batal tambah KRS bagi mahasiswa. Perpanjangan ini berlaku selama 2 hari, yaitu tanggal 27-28 Agustus 2019.
Wakil Rektor Bidang APK, Dr. Sitti Jamilah Amin, M. Ag.
Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Syariah dan Hukum Islam, Budiman mengatakan kebijakan ini dikeluarkan untuk memberikan kesempatan kepada; 1) Mahasiswa yang ingin melakukan perbaikan centang KRS yang salah; 2) Mahasiswa yang sudah membayar UKT tetapi belum melakukan centang KRS; 3) Mahasiswa yang merubah program KPM dan memilih perkualihan dan sebaliknya, Mahasiswa yang merubah program perkuliahan dan memilih KPM.
Informasi tersebut dibenarkan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Sitti Jamilah Amin melalui pesan via whatshappnya. "Benar ada perpanjangan waktu batal tambah KRS bagi mahasiswa, yaitu tanggal 27-28 Agustus 2019. Pihaknya pun sudah menginstruksikan kepada masing-masing Dekan Fakultas untuk mengumumkan hal tersebut kepada mahasiswa".
Demikian halnya pendaftaran KPM. Wakil Rektor menyebut mempanjang waktu pendaftaran selama 2 hari, yaitu tanggal 27-28 Agustus 2019. Perpanjangan waktu pendaftaran KPM ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memilih program KPM atau memilih perkuliahan.
Keputusan pimpinan ini langsung di follow up secara teknis oleh pimpinan fakultas. Kepala Sub Bagian AKA Fakultas Tarbiyah, Muh. Arsyad telah mengeluarkan pengumuman dengan meminta kepada mahasiswa untuk segera melapor ke bagian akademik agar ditindaklanjuti. Pengumuman yang sama, juga telah dilakukan di FUAD, FAKSHI dan FEBI.
HUMAS IAIN Parepare---Ribuan mahasiswa baru Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare mengikuti pra PBAK di Auditorium IAIN Parepare, Senin (26/08). Rencananya, pembukaan Pengenalan Budaya Akademik Kemahasiswaan (PBAK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare akan dilakukan besok, Selasa 27 Agustus 2019.
Para panitia mempersiapkan segala keperluan acara demi suksesnya pelaksanaan PBAK IAIN Parepare tahun 2019. Dalam pra PBAK ini, panitia mensosialisasikan segala aturan dan gambaran pelaksanaan kegiatan kepada peserta PBAK.
Ketua Panitia, Iskandar mengungkapkan jumlah peserta PBAK untuk tahun ini mencapai 1.850 orang.
“Semoga kegiatan ini dapat berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan, kita mampu menjaga kebersamaan terutama para pendamping harus proaktif mendampingi kelompoknya," harapnya.
Iskandar juga mengingatkan kepada peserta agar memperhatikan mengisi daftar hadir (absen) selama kegiatan berlangsung. Hal ini dikarenakan, kegiatan PBAK merupakan salah satu kegiatan yang wajib diikuti bagi seluruh mahasiswa IAIN Parepare.
“Jadi ada kategori lulus, lulus bersyarat dan tidak lulus dan pemberian sanksi itu sanksi edukatif” ucap Iskandar di depan ribuan peserta PBAK IAIN Parepare.
Wakil Rektor III IAIN Parepare sekaligus penanggungjawab kegiatan PBAK, Muhammad Saleh menegaskan tidak ada kekerasan atau perpoloncoan dalam PBAK sama seperti pada tahun sebelumnya. Namun, PBAK tahun ini memiliki perbedaan yakni pelaksaanan kegiatan PBAK yang lebih ramah lingkungan.
“Selama kegiatan di Auditorium ini bisa mengandalkan cahaya matahari, Insyaa Allah pagi dan sore tidak dibutuhkan lampu. Selain itu, PBAK tahun ini mengurangi penggunaan plastik. Kenapa? Karena perguruan tinggi IAIN Parepare harus peduli lingkungan, harus peduli kebersihan,” jelas Muhammad Saleh saat ditemui di lokasi pra PBAK.
Pelaksanaan PBAK IAIN Parepare akan dijadwalkan berlangsung hingga 30 Agustus 2019 dengan mengangkat tema Teguh dalam Kebanaran, Tegar dalam Perjuangan, Toleran dalam Beragama. Selama empat hari pelaksanaan, selain menghadirkan narasumber dari dalam kampus juga menghadirkan narasumber dari luar kampus seperti Prof. Dr. M. Arsykal Salim AP, M. Ag (Direktur PTKI Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI), Prof. Dr. Irfan Idris, M. Ag (Direktur Deredikalisasi BNPT Pusat dan Letkol Kav Ali Syahputra Siregar, SH., M.H (Komandan Kodim 1405 Mallusetasi). (hyn)