Kamis, 15 Maret 2018

Buka Penerimaan Mahasiswa Baru, TV Peduli Undang Pihak STAIN Parepare Hadiri Talkshow

STAIN Parepare--- Pembukaan pendaftaran penerimaan mahasiswa baru yang dilakukan oleh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se- Indonesia saat ini masih berlangsung dalam proses pendaftaran. Seperti halnya STAIN Parepare, kini aktif melakukan sosialisasi terkait dibukanya pendaftaran mahasiswa baru untuk tahun akademik 2018/2019.

[caption id="attachment_7338" align="alignnone" width="300"] Muhammad Saleh (kiri), Ahmad Sultra Rustan (tengah), Presenter Ika Merdeka Sari (kanan)[/caption]

Hadirnya Ahmad Sultra Rustan ketua STAIN Parepare yang didampingi oleh Muhammad Saleh selaku humas  panitia penerimaan mahasiswa baru di studio TV Peduli Parepare menjadi bukti nyata keseriusan dalam penyebaran informasi guna menyambut mahasiswa baru baik itu mahasiswa S1 maupun mahasiswa pasca sarjana (S2).

[caption id="attachment_7342" align="alignnone" width="276"] Tanggal Penting dalam Penerimaan Mahasiswa Baru STAIN Parepare[/caption]

Muhammad Saleh dalam talkshow TV Peduli  menjelaskan pendaftaran mahasiswa baru terdapat tiga jalur diantaranya pertama jalur SPAN (Seleksi Prestasi Akademik Nasional) PTKIN. Dimana yang mendaftarkan adalah admin pada masing-masing sekolah. Kedua jalur Ujian Masuk (UM) PTKIN Online dan jalur ujian mandiri STAIN Parepare.

[caption id="attachment_7339" align="alignnone" width="300"] Dr. Muhammad Saleh, M. Ag (Humas Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru)[/caption]

Saat ini pendaftaran melalui jalur SPAN PTKIN masih sementara berlangsung dan akan berakhir pada  tanggal 29 Maret 2018. Muhammad Saleh mengungkapkan STAIN Parepare kini berada pada rangking kedua tertinggi se-STAIN pada jalur SPAN PTKIN. Hal ini terbukti kurang lebih 5000 orang yang telah mendaftar di STAIN Parepare melalui jalur SPAN PTKIN,  bahkan tingginya pendaftar pada STAIN Parepare mendapat apresiasi dari kementerian agama republik Indonesia.  “Sejak terbuka pendaftaran online, STAIN Parepare selalu berada di posisi 5 besar," ungkap Muhammad Saleh.

Tingginya ketertarikan untuk menjadi mahasiswa STAIN Parepare tidak begitu saja timbul tanpa adanya sesuatu yang menarik. "Orang mencari lembaga pendidikan karena berfikir untuk masa depan maka kami persiapkan model pendidikan yang memang bisa membentuk para sarjana-sarjana yang  bermanfaat pada masa yang akan datang, sehingga kami harus memberikan kualitas yang terbaik," jelas Ahmad.

[caption id="attachment_7340" align="alignnone" width="300"] Dr. Ahmad Sultra Rustan, M. Si (Ketua STAIN Parepare)[/caption]

Upaya memberikan kualitas terbaik seperti proses pembelajaran dengan menggunakan berbagai method (metode), peningkatan akreditasi institutusi maupun program studi, perbaikan sumber daya manusia baik dari segi kualitas maupun kuantitas serta sarana prasarana.

  1. Lihat Tayangan Ulang Talkshow TV Peduli


 

Selasa, 13 Maret 2018

Tim Debat Konstitusi Mahasiswa STAIN Parepare, Lolos Tahap Eliminasi

STAIN Parepare--- Kompetisi debat konstitusi mahasiswa antar perguruan tinggi se-Indonesia yang dilaksanakan oleh kepaniteraan dan sekretariat jenderal mahkamah konstitusi Republik Indonesia (RI) telah mengeluarkan pengumuman tentang hasil seleksi tahap eliminasi kompetisi debat (13/03).

Perguruan tinggi yang dinyatakan lolos tahap eliminasi dibagi dalam 3  kategori, diantaranya regional barat, tengah dan regional timur, di mana setiap regional terdapat 24 perguruan tinggi yang terpilih. STAIN Parepare yang masuk dalam wilayah  regional timur dinyatakan lolos pada tahap eliminasi dan berhak mengikuti tahapan seleksi selanjutnya. Tim yang terdiri dari tiga mahasiswa program studi hukum tata negara jurusan Syariah dan Ekonomi Islam ini sebelumnya telah melakukan pendaftaran dan mengupload video simulasi debat konstitusi 2018 pada channel youtube sebagai salah satu syarat keikutsertaan kompetisi.

Lihat Video Simulasi tim debat STAIN Parepare 

Budiman, M. HI selaku ketua jurusan Syariah dan Ekonomi Islam mengungkapkan terpilihnya tiga orang mahasiswa untuk mewakili STAIN Parepare merupakan keluaran dari kegiatan Syariah Award yang rutin dilaksanakan setiap tahun. “Dalam kegiatan tersebut ada lomba debat, paling tidak juara 1, 2 dan 3, kita mencoba ramu supaya bisa menjadi tim. Sekarang, Alhamdulillah STAIN Parepare lolos dalam regional timur”, ungkapnya.

Lebih lanjut Budiman berharap agar memberi dukungan doa, semangat serta motivasi bahkan masukan agar tim debat perwakilan dari STAIN Parepare dapat memperoleh hasil yang lebih maksimal. “Mudah-mudahan STAIN Parepare dapat melaju di tahap nasional," harap Budiman.

[caption id="attachment_7329" align="alignnone" width="528"] Foto: Nurul Annisa (kiri), Wiwin (tengah), Riska Angriani (kanan)[/caption]

Kompetisi debat konstitusi merupakan salah satu program dari mahkamah konstitusi yang dapat memfasilitasi dalam peningkatan kompetensi para mahasiswa. Wiwin yang merupakan ketua tim debat dari STAIN Parepare mengaku bersyukur atas kesempatan STAIN Parepare melaju dalam tahap selanjutnya. “Bisa mewakili STAIN di ajang yang berskala nasional. Apalagi debat mahkamah konstitusi ini, tempatnya mahasiswa /i hukum tata negara untuk berkompetisi dan unjuk gigi. Kedepan, kami akan lebih memperdalam ilmu yang terkait dengan mosi debat dan lebih mempersiapkan mental karena yang dihadapi nanti itu mahasiswa terbaik di kampusnya," jelas Wiwin ketua tim.

Lihat  Pengumuman Tahap Eliminasi Debat 2018 (1)

Pengumuman Penelitian dan Pengabdian Berbasis Riset untuk Dosen dan Mahasiswa

Sehubungan dengan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 7211 tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Bantuan Penelitian Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri tahun 2018, maka dengan ini kami sampaikan bahwa pengelolaan dana penelitian diserahkan pada Satuan Kerja masing-masing PTKIN , Oleh karena itu kami himbau:

1. Bapak/ibu yang telah melakukan registrasi online pada LITAPDIMAS agar melakukan registrasi ulang melalui P3M sesuai dengan syarat dan ketentuan yang diatur dalam lamp iran pengumuman ini,

2. Bapak/ibu yang belum melakukan registrasi on line dipersilahkan mengajukan proposal penelitian sesuai dengan lamp iran pengumuman ini

3. Memberi kesempatan kepada mahasiswa (i) yang memenuhi persyaratan untuk mengajukan proposal sebagaimana diatur dalam lampiran pengumuman ini.

4. Pengumuman lengkap dapat diakses di (www.stainparepare.ac.id)

[ct_button id="button_44" size="big" solid="0" link="http://www.stainparepare.ac.id/wp-content/uploads/2016/01/PENGUMUMAN-BANTUAN-PENELITIAN-DAN-PENGABDIAN-TAHUN-2018-1.pdf" icon="" arrow="1" color="#" css_animation="" animation_delay=""]Download Pengumuman Lengkap[/ct_button]

Minggu, 11 Maret 2018

Sosok Inspiratif Primaditha: Cari, Ambil dan Manfaatkan Kesempatan

STAIN Parepare --- Menjadi mahasiswa di salah satu perguruan tinggi adalah sebuah kesempatan yang belum tentu dimiliki oleh setiap orang. Namun, setelah menyandang status sebagai mahasiswa, menjadi mahasiswa biasa saja tidak akan cukup tanpa terus berupaya menambah nilai plus pribadi sebagai mahasiswa yang lebih berkualitas dan lebih baik lagi. Seperti halnya Primaditha Nanda Ayurida, salah satu mahasiswi semester enam dari program studi Perbankan Syariah jurusan Syariah dan Ekonomi Islam STAIN Parepare. Mahasiswi dengan tekad yang kuat untuk berani mengambil setiap kesempatan yang ada di depan mata.

Wanita yang akrab disapa Dita ini, telah memiliki berbagai pengalaman dalam berbagai event baik yang berskala nasional maupun internasional. Diantaranya menjadi delegasi  Young Writers Indo tahun 2015 di Jakarta, delegasi STAIN di temu  Nasional Mahasiswa Perbankan Syariah tahun 2016 di UIN Maliki Malang, delegasi Indonesia Timur di acara YouthSpeak 2017 di Yogyakarta , dan baru-baru ini ia berhasil mewakili mahasiswa dari Indonesia timur yang dinyatakan lolos ikut dalam kegiatan Thailand Intercultural Camp (TIC) 2018.

[caption id="attachment_7302" align="alignnone" width="300"] Foto: Kunjungan ke Mahidol University College of Music[/caption]

Dalam ajang tersebut, diberi kesempatan untuk menginjakkan kaki di negara Thailand menjadikan mahasiswi yang hobbi membaca, menulis, menyanyi serta traveling ini merasa senang dan syukur berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung. “Pasti senanglah, diberi kesempatan dan didukung oleh banyak pihak sebagai representasi dari Indonesia khususnya Bugis dan bisa ikut di ajang ini. Bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung," ujarnya saat diwawancara via whatsapp (09/03).

[caption id="attachment_7296" align="alignnone" width="169"] Sign of Commitment di YouthSpeak 2017 dalam mendukung SDG's[/caption]

Berawal pada bulan Mei 2017, Primaditha mengikuti kegiatan YouthSpeak di Yogyakarta. Di sana, ia mendapatkan  informasi tentang berbagai kegiatan short course dan exchange. Salah satunya, acara FFI-TIC (Friendship From Indonesia-Thailand Intercultural Camp). “Saya ikuti perkembangan kegiatan, mulai dari daftar secara online dan di sana minta beberapa berkas contohnya surat keterangan kuliah, piagam dan sertifikat dan essay tentang CCU (Cross Cultural Understanding) yang harus disertakan," jelas Primaditha. Usai memenuhi segala persyaratan yang dibutuhkan, Primaditha dinyatakan lolos pada tahap seleksi pertama. Primaditha pun harus mengikuti seleksi tahap kedua yakni wawancara. “Tahap kedua itu, wawancara ada 2 macam. Pertama , secara langsung untuk wilayah Jawa, Sumatera dan Bali. Kedua, Daring (online) via Skype atau video call via Whatsapp. Berhubung saya di Parepare dan tidak ada biaya ke lokasi jadi saya ambil daring via Skype," ungkap Primaditha.

[caption id="attachment_7295" align="alignnone" width="300"] Foto Primadita bersama Dr. Mustari ( Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Thailand)[/caption]

Melewati berbagai tahapan seleksi tidak menyurutkan keinginan akan melangkahkan kaki untuk menjelajah serta memperkaya pengalaman sampai ke luar negeri. Terlebih lagi, segala tahapan seleksi menggunakan bahasa Inggris (full use English language). “Semua seleksi dari awal pakai bahasa Inggris full. Jadi essay saya bikin juga pakai bahasa Inggris dan berkas-berkas saya terjemahkan ke bahasa Inggris," terang Primadita yang belajar bahasa Inggris secara otodidak.

[caption id="attachment_7297" align="alignnone" width="300"] Foto bersama rombongan peserta Thailand Intercultural Camp (TIC) 2018 di depan Kedubes Indonesia, Bangkok[/caption]

Berkesempatan mewakili Indonesia untuk memperkenalkan budaya Indonesia dan mengikuti bebagai pembelajaran serta komitmen untuk menjadi agen pemahaman antar budaya agar terciptanya perdamaian dunia khususnya wilayah ASEAN. Primadita yang lahir di Parepare pada 10 Mei tahun 1997 menjelaskan beberapa kegiatan yang diikuti. “Di sana, banyak sekali kegiatannya. Pertama, City Race semacam menjelajah kota dan membuat makalah presentation tentang apa saja yang didapat selama menjelajah kota seperti di ibu kota Bangkok, kota Lady Boy (Pattaya), Phuket (pariwisata pantai). Kedua, Art Performance semacam menampilkan budaya khas Indonesia di depan mahasiswa Thailand dan peserta dari Negara lain. Ketiga, Youth Symposium dilakukan di kedutaan besar RI di Bangkok. Keempat, Cultural Visit di Ayyuttaya dan Chiang Ria (kota candid an wisata). Kelima, kunjungan ke universitas, salah satunya adalah Mahidol University, College of Music serta berbagai seminar yang dibawakan oleh orang Thailand yang jadi dosen bahasa Indonesia, seminar oleh pengajar seni budaya di Thailand dan seminar yang dibawakan oleh departments pariwisata Thailand," jelas Primaditha dengan segudang pengalaman yang berharga.

[caption id="attachment_7298" align="alignnone" width="248"] Kegiatan berlangsung mulai 12 s/d 18 Februari 2018[/caption]

Sebagai mahasiswa salah satu penerima beasiswa bidikmisi STAIN Parepare ini mengaku menjadikan orangtua sebagai motivator hidupnya. Ayahnya bernama Arimi L seorang petani dan ibunya Jubaeda Alex (URT) berniat untuk selalu menjadi anak yang membanggakan bagi kedua orangtuanya. “Motivatorku yah orangtuaku. Apalagi saya dari keluarga yang tidak mampu dan penerima bidikmisi. Jadi yang memotivasi itu orangtuaku, supaya bisa banggakan mereka," ungkapnya.  Ke depannya, Primadita berharap agar bisa lolos dalam seleksi YSEALI (Young Southeast Asian Leaders Initiative program) agar bisa mendapatkan kesempatan kuliah di luar negeri.
“Kesempatan itu kata kerja, bukan kata benda. Jadi kalau tidak dicari, diambil dan manfaatkan kesempatan berarti tidak akan bergerak ke mana-mana” - Primaditha Nanda Ayurida-



Pencapaian Primaditha Nanda Ayurida

  1. Mahasiswa Teladan jurusan Syariah dan Ekonomi Islam 2016

  2. Mahasiswa Inspiratif jurusan Syariah dan Ekonomi Islam 2017

  3. Delegasi Young Writers Indo 2015 di Jakarta

  4. Delegasi STAIN di Temu Nasional Mahasiswa Perbankan Syariah di UIN Maliki Malang 2016

  5. Pengajar Bahasa Inggris di salah satu lembaga kursus yang ada di kota Parepare tahun 2016-2017

  6. Delegasi Indonesia Timur, YouthSpeak 2017 Jogjakarta

  7. Delegasi Thailand Intercultural Camp 2018




Aktif di Organisasi:

  1. Dewan Anak Kota Parepare

  2. Young Writers Indonesia


[caption id="attachment_7300" align="alignnone" width="300"] Ikut Festival Sastra di UGM[/caption]

 

Selasa, 06 Maret 2018

KSR PMI Unit 01 STAIN Parepare: Mereka Selamat, Kita Sehat

STAIN Parepare---"Mereka Selamat, Kita Sehat," ungkapan inilah yang tertulis dalam brosur yang tersebar kepada khalayak umum yang dibagikan baik secara langsung maupun melalui sosial media sebelum kegiatan donor dilakukan. Sebuah ungkapan yang mengajak baik dari kalangan mahasiswa, dosen, staf STAIN Parepare hingga masyarakat umum untuk ikut donor darah.

[caption id="attachment_7278" align="alignnone" width="258"] Tersebar di pengguna sosial media[/caption]

 

 

[caption id="attachment_7273" align="alignnone" width="485"] Foto: Terlihat Dosen dan Mahasiswa ikut mendonorkan darahnya[/caption]

 

Selasa, 6 Maret 2018, telah berlangsung kegiatan donor darah yang dilakukan oleh Korps Suka Rela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) unit 01 STAIN Parepare bekerja sama dengan Unit Transfusi Darah (UTD) Parepare. Kegiatan yang dimulai pukul 08-00 WITA hingga pada pukul 11.00 WITA di Aula Serbaguna STAIN Parepare.

Menurut Sitti Khalidzah Hasri selaku sekertaris umum KSR PMI unit 01 STAIN Parepare mengatakan kegiatan donor darah ini merupakan kegiatan donor yang pertama dilaksanakan diawal kepengurusan tahun 2018. Kegiatan donor darah merupakan salah satu program kerja yang rutin dilakukan setiap 3 bulan sekali bahkan di periode kepengurusan tahun ini akan lebih ditingkatkan. "Rencananya kita akan melaksanakan 6 kali dalam satu periode kepengurusan ini, biasanya 3 bulan sekali atau biasa juga jadwal berubah", ungkap Sitti saat ditemui di lokasi donor darah.

Lebih lanjut Siti menjelaskan bahwa syarat untuk menjadi pendonor darah harus memiliki berat, berat badan minimal 45kg, usia 17-60 tahun,tekanan darah normalnya = 110 – 160 mmHg, diastole = 70 – 100 mmHg, denyut nadi normal dan perempuan tidak sedang hamil serta tidak sedang halangan.

[caption id="attachment_7274" align="alignnone" width="300"] Foto: Pemeriksaan Kesehatan Calon Pendonor[/caption]

Sebelum melakukan donor darah, pendonor terlebih dahulu melakukan pemeriksaan terhadap syarat-syarat donor darah agar tidak mengakibatkan hal-hal yang berbahaya bagi kesehatan. Setelah pendonor melakukan donor darah, maka ia diberikan asupan gizi berupa roti, susu dan obat penambah darah yang disediakan.

Tidak hanya diikuti oleh puluhan mahasiswa tetapi sejumlah dosen turut ikut mendonorkan darahnya. Salah satu dosen jurusan Syariah dan Ekonomi Islam, M. Yasin Soumena mengungkapkan akan pentingnya donor darah. "Yang namanya donor darah itu sangat penting bagi siapapun. Setetes darah sangat berarti bagi orang di sekitar Anda. Makanya prinsipnya, kalau Anda mau sehat bantulah orang lain sesuai kemampuan terutama donor darah. Donor Darah sangat bermanfaat terutama bagi diri Anda dan orang lain," ungkapnya pasca melakukan donor darah. Tak hanya itu, ia juga sangat mengapresiasi kegiatan ini terhadap kepedulian sesama manusia dan berharap agar penentu kebijakan dapat membuat kebijakan guna mendukung proses kelancaran kegiatan palang merah terutama menyangkut masalah kemanusiaan.

 

 

 

Senin, 05 Maret 2018

STAIN Parepare Buka Pendaftaran Calon Ketua STAIN Parepare Periode 2018-2022

STAIN Parepare---Menjelang akan berakhirnya kepemimpinan Dr. Ahmad Sultra Rustan, M. Si selaku ketua STAIN Parepare, panitia yang telah dibentuk dalam surat keputusan (SK),  telah membuka pendaftaran calon ketua STAIN Parepare untuk periode 2018-2022. Naharuddin selaku ketua panitia penjaringan ketua STAIN Parepare mengatakan kurang lebih 57 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dikirimkan surat serta formulir pendaftaran Ketua STAIN Parepare. “Hari ini kita mengirim surat ke semua perguruan tinggi PTKIN se-Indonesia. Kalau ada yang berminat dari perguruan tinggi lain untuk mendaftar, kita persilahkan," ungkap Naharuddin yang ditemui di ruang kerjanya. Nantinya, nama-nama pendaftar yang dinyatakan lulus berkas akan diberikan kepada pihak senat STAIN Parepare untuk diproses lebih lanjut.

Lihat  Persyaratan

Berikut ini beberapa berkas pernyaratan:

Silahkan Download dengan mengklik dibawah ini

Surat ket.Tidak menjalani sanksi

Surat Ket. Siap Domisili Parepare

Rekomendasi dari Pimpinan

Perny.Kesediaan Melepas Jabatan

Surat Perny.Keaslian Dokumen

Surat perny. Pindah home base

Surat Kuasa diwakilkan mendaftar

Perny.Kesediaan dicalonkan

Lihat JADWAL PELAKSANAAN PENJARINGAN

 

Tanggapi Surat, Ketua DPRD Kota Parepare Undang Rapat Mediasi

STAIN Parepare---Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Parepare Kaharuddin Kadir mengundang pihak STAIN Parepare dalam rapat mediasi yang dilaksanakan di kantor DPRD kota Parepare. Rapat mediasi ini dilakukan dalam rangka menanggapi surat yang sebelumnya telah diajukan oleh pihak STAIN Parepare terkait pembebasan lahan. Kurang lebih 7520 meter lahan yang akan dibebaskan telah direncanakan sejak tahun 2017, kini memasuki proses mediasi dengan pemilik lahan. “Pemilik lahan ingin menjual 12 milliar tetapi ada regulasi yang mengikat kita bahwa pembelian lokasi yang dibeli oleh pemerintah ke masyarakat harus mempunyai tim independen yang namanya apresia. Nah, penilaian apresia itu cuma kurang lebih 7 milliar”, jelas Naharuddin kasubag umum STAIN Parepare yang turut ikut dalam rapat mediasi.

[caption id="attachment_7248" align="alignnone" width="300"] Foto: (Kasubag Umum, Ketua STAIN Parepare, Ketua DPRD kota Parepare)[/caption]

Adanya ketidaksesuaian harga antara kedua belah pihak sehingga perlu dilakukan proses mediasi dengan pemilik lahan. “Kita meminta ke DPR untuk memediasi, makanya sebelum itu kita menyurat ke ketua DPR”, tambah Naharuddin.