Tampilkan postingan dengan label perpustakaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perpustakaan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Februari 2020

ESAI; Scanner, Satu Langkah Bijak


Oleh : Sirajuddin, Pustakawan IAIN Parepare





OPINI--- ESAI; Simplikasi layanan perpustakaan bertujuan terjalinnya layanan yang efektif dan efisien, dan terwujudnya excellent services khususnya pada layanan perpustakaan.





Perpustakaan yang saya gambarkan dalam tulisan ini adalah perpustakaan IAIN Parepare, tempat penulis melaksanakan tugas sebagai pengelola Perpustakaan.





Opini informatif ini bertujuan untuk menggambarkan salah satu bagian layanan pemustaka (pengguna perpustakaan) pada unit perpustakaan. Yaitu layanan referensi yang berada di lantai 3 gedung perpustakaan yang tetap aktif meskipun di hari libur kuliah.





Layanan referensi yang dimiliki Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan IAIN Parepare dikemas dalam bentuk digital institution repository dan juga dalam konvensional, close access (layanan tertutup) dalam hal ini pemustaka bertanya dan dijawab oleh petugas referensi dengan menggunakan koleksi referensi.





Menurut Sumadji, pengertian layanan referensi adalah : Salah satu kegiatan yang dilakukan di perpustakaan, yang khusus melayankan koleksi referensi kepada pengguna, suatu kegiatan layanan untuk membantu para pemakai perpustakaan untuk mencari informasi dengan cara :
Menerima pertenyaan dari pengguna dan menjawab dengan koleksi referensi.





Memberikan bimbingan untuk menemukan bahan informasi yang dibutuhkan oleh pengguna.
Secara umum layanan referensi terdiri dari: Kamus; terdiri dari kamus bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kamus istilah bidang ilmu, kamus bahasa isyarat, kamus visual, glosarium, dan sebagainya.





Ensiklopedi; misalnya, Ensiklopedi Nasional, Ensiklopedi para tokoh, Ensiklopedi Islam, Ensiklopedi Geografi, dan ensiklopedi berbagai bidang ilmu, seperti bidang hukum dan bahasa; Handbook, manual;
indeks, katalog, dan abstrak; misalnya, indeks Al Quran, abstrak karya ilmiah, indeks peraturan perundang-undangan Republik Indonesia; sumber-sumber sejarah, geografi, dan biografi tokoh-tokoh nasional dan dunia;





Direktori atau daftar alamat; misalnya daftar alamat perusahaan besar dan alamat industri pengolahan di Indonesia (manufacturing directory); Proceedings and annual meetings.;
Himpunan Peraturan Perundang-Undangan, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, KUH Perdata, engelbrecht, agraria, UUD 1945, dan peraturan kepegawaian. Peraturan perundang-undangan tersedia dalam bentuk cetak maupun elektronik.





Pada layanan Referensi Perpustakaan IAIN Parepare kita juga bisa menemukan kumpulan karya-karya civitas akademik. Seperti journal dan laporan hasil penelitian bahkan sampai pada statistik pegawai IAIN Parepare.





Upaya yang dilakukan pengelola perpustakaan dalam hal ini terpenuhinya kebutuhan informasi yang diperoleh melalui kelengkapan koleksi referensi yang efektif dan efisien yang diimplementasikan melalui jasa bimbingan referensi kepada pemustaka seperti: Jasa informasi umum terkait dengan informasi umum unit, jenis layanan yang diberikan, petunjuk keberadaan koleksi; Jasa bimbingan pemakaian sumber-sumber rujukan, meliputi layanan pengenalan sumber-sumber rujukan yang berkaitan dengan isi, susunan, dan cara untuk menemukan sebuah informasi dengan memanfaatkan sumber-sumber tercetak maupun elektronik.





Sistem pelaporan kinerja layanan umum perpustakaan, selain menggunakan absen digital Senayan Library Management System (SLiMS) yang mengakomodir data pengunjung secara umum.





Sedangkan, di bagian layanan karya ilmiah (koleksi referensi) mahasiswa diwajibkan menginput data koleksi referensi sebagai kebijakan baru dengan menscan barcode yang disediakan pengelola referensi.









Pengguna akan terregister hanya dengan menggunakan pemindai barcode atau aplikasi barcode scanner pada setiap smartphone (telepon pintar) secara mandiri oleh setiap pemustaka, hal ini untuk mendata "keterpakaian koleksi referensi".





Waktu kita berada di lantai 3 Perpustakaan IAIN Parepare atau ruang referensi kita akan menemukan barcode yang terpasang di dinding dan meja dengan tulisan "Put your barcode reader in front of it". (*)





Editor : Alfiansyah Anwar


Senin, 29 April 2019

Bedah Buku, Upaya Peningkatan Hasrat Menulis Civitas Akedemik


IAIN Parepare--- Perpustakaan IAIN Parepare melaksanakan kegiatan bedah buku selama dua hari di Lantai lima Gedung Perpustakaan, Senin (29/04). Dengan tema memantik animo menulis bagi civitas akademik melalui hasil pikir dan karya tulis dosen IAIN Parepare.





Ketua panitia Sirajuddin, mengungkapkan terdapat empat judul buku dosen yang akan dibedah yaitu buku Pengaruh Paham Keagamaan Terhadap Etos Kerja Pedagang Muslim: Suatu Kajian Teologi, Buku Membangun Tatanan Negara, Buku Pembelajaran Cinta Lingkungan dan Buku Konstruksi Ideologi Analisis Wacana Keagamaan: Jaringan Islam Liberal.





Kegiatan dibuka langsung oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan Dr. Siti Jamilah Amin.





Dalam sambutannya, Jamilah mengatakan sangat tertarik dengan tema yang diusung oleh panitia bedah buku. Panitia dapat melihat kegelisahan mengenai sedikitnya animo menulis dari dosen.





Menanggapi hal tersebut, pada tahun ini Rektor IAIN Parepare juga telah mencanangkan program penerbitan 100 judul buku daras yang terbagi ke empat fakultas.





“Saya mempercayai menulis itu adalah sebuah kegiatan intelektual bagi dosen-dosen dan mahasiswa. Ide-ide intelektual yang ada di kepala kita dapat dituangkan dalam bentuk tulisan salah satu caranya adalah dengan menulis buku," ucap Siti Jamilah saat menyampaikan sambutan.





Sementara Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan IAIN Parepare, Usman Noer menjelaskan kegiatan bedah buku ini merupakan salah satu program dari unit perpustakaan





"Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan animo dari para dosen untuk bisa membuat karya tulis ilmiah yang kemudian diterbitkan dalam bentuk buku," jelasnya saat diwawancara usai pembukaan.





Dalam kamus besar bahasa Indonesia animo merupakan hasrat dan keinginan yang kuat untuk berbuat, melakukan, atau mengikuti sesuatu.





"Buku tersebut bisa disosialisasikan kepada masyarakat pembaca terutama kepada mahasiswa. Adapun peserta bedah buku berasal dari para dosen dan mahasiswa IAIN Parepare serta tamu undangan yang berasal dari perpustakaan sekolah di kota Parepare," urainya. (Ae)






"Sebuah karya yang baik apabila karya tersebut itu dipublish"





Dr. Sitti Jamilah Amin, M. Ag, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan IAIN Parepare




















Senin, 17 Desember 2018

Pentingnya Perpustakaan didukung Fasilitas dan Pelayanan Ramah

IAIN Parepare--- Perpustakaan IAIN Parepare melaksanakan sosialisasi sertifikasi pengelola perpustakaan di ruang seminar Pascasarjana IAIN Parepare (15/12). Kegiatan yang berlangsung sehari ini diikuti sebanyak 30 peserta.





St. Musdalifah mengungkapkan kegiatan ini dilaksanakan guna memberi pemahaman tentang bagaimana mengelola perpustakaan sesuai dengan standar nasional perpustakaan, serta memahami terkait kompetensi yang harus dimiliki sebagai tenaga pustakawan maupun fungsional.

Kegiatan ini juga dirangkaian penyerahan sertifikat akreditasi perpustakaan IAIN Parepare dari perpustakaan nasional Republik Indonesia yang diwakili oleh Syamsul Arif, S. Sos, MA sebagai pustakawan perpustakaan provinsi Sulawesi Selatan sekaligus menjadi narasumber sosialisasi.



Sertifikat yang bertuliskan akreditasi B, diterima langsung oleh Pelaksana tugas (Plt) Wakil Rektor III, Abu Bakar Djuddah yang didampingi oleh Kepala Perpustakaan IAIN Parepare, Hamid.

"Untuk meningkatkan minat baca yang terpenting adalah  fasilitas yang ada baik dari segi kebutuhan referensi begitupun dengan sisi pelayanan dengan keramahan," ucap Abu Bakar Djuddah sebelum membuka kegiatan.

Meskipun Perpustakaan IAIN Parepare telah mendapat akreditasi B dari perpustakaan nasional, namun peningkatan kualitas perpustakaan tetap diupayakan guna mendapatkan akreditasi A.

"Perpustakaan adalah jantung dari perguruan tinggi jika jantungnya berhenti berdegup maka perguruan tinggi akan mati untuk itu kebutuhan literasi maupun referensi harus terus semakin ditambah"


-Dr. Abu Bakar Djuddah, M. Si-


(Plt. Wakil Rektor III, IAIN Parepare)




Foto: Nining Artianasari
 

 

Rabu, 17 Oktober 2018

Sutradara Film Quraisy Mathar akan Libatkan Mahasiswa Dakwah dan Komunikasi

IAIN Parepare--- Perpustakaan Instititut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menggelar nonton bareng plus bedah film Melawan Takdir di lantai 5 gedung Perpustakaan IAIN Parepare, Rabu (17/10).



Kegiatan tersebut juga dirangkaikan workshop pembuatan film yang dihadiri ratusan peserta mulai dari dosen, pegawai hingga mahasiswa dari berbagai jurusan.

Ketua Panitia A. Dian Fitriana mengungkapkan tujuan dilaksanakan kegiatan ini untuk melatih kecerdasan menangkap pesan, menganalisis, menyimpulkan sampai pada penerapan pesan film dalam kehidupan sehari-hari.



“Kegiatan bedah film ini semoga bermanfaat bagi kita semua, menumbuhkan budaya diskusi mahasiswa dan bagi diri kita pribadi. Karena belajar itu tidak semata-mata dari buku bisa dari media manapun termasuk  film,” ucap Dian, saat menyampaikan laporan.

Dihadiri sutradara dari film Melawan Takdir, Muh. Quraisy Mathar yang juga menjabat kepala Perpustakaan UIN Alauddin.

[caption id="attachment_9072" align="alignnone" width="300"] Foto: Muh. Quraisy Mathar (Sutradara Film Melawan Takdir)[/caption]

Selain itu, Quraisy Mathar juga mengungkapkan tentang rencana pembuatan film Pesawat Kertas dengan lokasi pengambilan gambar di kota Parepare.

“Kalau film pesawat kertas diproduksi di Parepare tentu saya yakin sumber daya terbesar kita adalah anak fakultas Dakwah IAIN Parepare karena sudah ada disini. Apalagi saya sempat ngintip, beberapa film pendek  di youtube anak-anak IAIN Parepare, perbedaanya kan hanya panjang pendeknya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Quraisy Mathar menjelaskan akan pentingnya melakukan riset sebelum produksi film serta tidak perlu takut dalam membuat film. Terlebih lagi, jika film yang dibuat dapat bermanfaat bagi orang lain.

Perlu diketahui, Film Melawan Takdir merupakan kisah nyata dari buku yang ditulis Prof. Hamdan Juhannis, PhD (Guru Besar UIN Alauddin). Film tersebut diproduksi tanpa penggunaan alat musik dan berhasil menjadi satu-satunya film Indonesia sebagai pembuka Cinema International.

[caption id="attachment_9073" align="alignnone" width="300"] Foto: Muhammad Saleh, Ketua Jurusan Dakwah dan Komunikasi[/caption]

Kegiatan dibuka  Rektor IAIN Parepare yang diwakili oleh Muhammad Saleh, Ketua Jurusan Dakwah dan Komunikasi.

Muhammad  Saleh berharap dengan dilakukan kegiatan ini, para mahasiswa mampu terdorong untuk membuat video-video yang dapat memberi motivasi kepada penonton.

“Tidak perlu yang durasinya 90 menit, satu menit  bahkan mungkin ada yang 30 detik tapi bisa memberikan inspirasi dan motivasi,” ungkapnya sebelum membuka kegiatan.

Kamis, 11 Oktober 2018

IAIN Parepare: 43 Orang Ikuti Asesmen Kompetensi Pegawai Negeri Sipil

IAIN Parepare--- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare melaksanakan asesmen kompetensi Pegawai Negeri Sipil (PNS), Kamis (11/10). Asesmen ini dibimbing langsung oleh tim asesmen biro kepegawaian Kementerian Agama Republik Indonesia (RI). Kegiatan asesmen dilakukan sebagai tindak lanjut dari amanah peraturan pemerintah nomor 11 tahun 2017 khususnya pada pasal 54 tentang persyaratan dalam pengangkatan jabatan.



Kepala Biro AUAK (Administrasi, Umum, Akademik dan Keuangan) IAIN Parepare, Musyarafah menjelaskan setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki persyaratan dalam kompetensi manajerial, sosial kultural, dan kompetensi teknis.

“Dalam pelaksanaan tentu mengacu pada keputusan Menteri Agama nomor 207 tahun 2013 tentang pedoman pelaksanaan kompetensi bagi PNS linkungan Kementerian Agama,” ungkapnya.

Sebanyak 43 peserta asesmen yang terdiri dari 1 pejabat administrasi, dua orang pengawas dan 40 orang pelaksana.

[caption id="attachment_9041" align="alignnone" width="300"] Foto: Hj. Musyarafah, S. Sos., M. Si, Kepala Biro AUAK (Administrasi, Umum, Akademik dan Keuangan) IAIN Parepare[/caption]

“Tentunya harapan kita dari 43 peserta ini, kita dapat melihat kompetensi individual sehingga nantinya hasil dari asesmen ini, kita mendapatkan rekomendasi dalam pengembangan dari setiap ASN yang ada pada lingkungan IAIN Parepare,”harapnya.





Pelaksana tugas (Plt) Wakil Rektor II, Dr. H. Sudirman L, menganggap kegiatan asesmen ini sangat penting untuk dilaksanakan.

“Asesmen ini dilakukan untuk bagaimana supaya para ASN kita ini sesuai dengan prinsip reformasi birokrasi. Bagaimana kita menunjukkan kinerja yang baik, profesional seperti apa yang dibutuhkan dunia kerja yang kita duduki selama ini. Apakah ada keseimbangan antara kebutuhan unit kerja atau struktur yang ada dengan kompetensi yang kita miliki,” ucap Sudirman sebelum membuka kegiatan.

[caption id="attachment_9039" align="alignnone" width="300"] Foto: Dr. H. Sudirman L, M. H (Plt. Wakil Rektor II bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, IAIN Parepare[/caption]

Setiap peserta mengikuti berbagai tes seperti psikotes serta wawancara langsung oleh psikolog. Pelaksanaan asesmen berlangsung pada dua tempat yakni lantai 2 dan 5 gedung Perpustakaan IAIN Parepare.

Senin, 06 Agustus 2018

Tim Assessor Akreditasi Perpustakaan Nasional RI, Kunjungi Perpustakaan IAIN Parepare

IAIN Parepare--- Tim assessor (penilai) akreditasi perpustakaan Nasional Republik Indonesia (RI) melakukan kunjungan ke perpustakaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, Senin (06/08). Kunjungan tersebut dalam rangka akreditasi serta pembinaan perpustakaan perguruan tinggi.



Akreditasi perpustakaan merupakan rangkaian kegiatan proses pengakuan formal oleh lembaga akreditasi perpustakaan yang menyatakan bahwa lembaga perpustakaan telah memenuhi persyaratan untuk melakukan kegiatan pengelolaan perpustakaan.

Upriyadi, salah satu assessor mengungkapkan berbagai aspek penilaian dalam proses akreditasi perpustakaan bukan hanya tampilan fisik gedung perpustakaan. “Banyak aspek yang kami nilai selain fisiknya tapi juga koleksinya. Kemudian layanannya, kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) dan tidak kalah penting komitmen pimpinan terhadap pembinaan perpustakaan,” jelasnya.

[caption id="attachment_8513" align="alignnone" width="300"] Foto: Sisi Kiri, Agus Rivai (Assessor). Tengah, Upriyadi (Assessor) dan sisi kanan, Ahmad Sultra Rustan (Rektor IAIN Parepare).[/caption]

 

Sementara Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan menganggap penilaian terhadap perpustakaan akan memberikan motivasi untuk melakukan yang terbaik dengan memberi pelayanan dan pengadaan literatur-literatur terbaru.

“Selama ini kita tidak tau sampai dimana kemajuan kita. Sekarang dengan adanya akreditasi ini kita akan tahu dimana letak kondisi perpustakaan kita. Salah satu keinginan kita pada tahun 2020 AIPT (Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi) IAIN Parepare harus memperoleh hasil A,” ungkap Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan saat ditemui di lantai 3.

Gedung perpustakaan IAIN Parepare yang berlantai 5 merupakan gedung baru, dilengkapi dengan berbagai fasilitas menunjang serta berbagai koleksi buku. Adapun pembangunan gedung tersebut dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Senin, 23 April 2018

Peringati Hari Buku Sedunia, Perpustakaan IAIN Parepare Gelar Bedah Buku

IAIN Parepare --- Bedah buku yang digelar oleh perpustakaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare dijadikan sebagai moment National World Book Day atau peringatan hari buku sedunia yang jatuh pada setiap tanggal 23 April.

[caption id="attachment_7671" align="alignnone" width="300"] Bedah Buku, dilaksanakan di lantai 5 gedung perpustakaan IAIN Parepare[/caption]

Bedah buku tersebut merupakan kegiatan rutin setiap tahun dilaksanakan dan dihadiri oleh segenap mahasiswa IAIN Parepare dari berbagai jurusan.



[caption id="attachment_7674" align="alignnone" width="300"] Foto Sesi Bedah Buku Pertama: Kiri, Muhammad Haramain, M. Sos. I (Moderator), Tengah: Dr. Hj. Hamdanah Said, M. Si (penulis buku) dan Kanan: Dr. H. Saepudin, M. Pd (Pembedah Buku)[/caption]

Terdapat dua buku yang dibedah, pertama buku berjudul Model Pembelajaran Virtual (Solusi Peningkatan Efektifitas Pembelajaran di Madrasah) karya Dr. Hj. Hamdanah Said yang dibedah oleh Dr. H. Saepudin.

Sedangkan buku kedua berjudul Implementasi Maqashid Al- Mukallaf (terhadap Pelaksanaan Hukum Solusi Aplikatif menuju Fatwa Komprehensif) karya Dr. M. Ali Rusdi Bedong  yang dibedah oleh Dr. Hannani.

[caption id="attachment_7673" align="alignnone" width="300"] Foto: Ketua Panitia, A. Dian Fitriana, M. I. Kom[/caption]

"Buku tersebut kami pilih dengan berbagai pertimbangan, melewati berbagai tahap dan diskusi antara panitia dengan pengelola perpustakaan," ungkap Ketua Panitia, A. Dian Fitriana.

Lebih lanjut ia berharap agar kegiatan bedah buku tersebut dapat menjadi media atau sarana mempertemukan secra langsung antara pembaca  dengan penulisnya serta diharapkan dapat mengembalikan dan mengukuhkan rasa cinta pada buku untuk masyarakat khususnya civitas akademik serta meningkatkan semangat menulis baik pada kalangan mahasiswa maupun kalangan dosen.

Sementara Dr. Ahmad Sultra Rustan selaku Rektor IAIN Parepare berharap agar kegiatan bedah buku tersebut dapat bermanfaat. "Dengan adanya kegiatan bedah buku ini, kita bisa mendapatkan pengetahuan dari para penulis," ungkap Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan sebelum membuka kegiatan.

[caption id="attachment_7676" align="alignnone" width="300"] Foto: Sesi Bedah Buku Kedua. Kiri: Dr. M. Ali Rusdi Bedong, S. Th. I., M.H.I || Tengah: Muhammad Haramain, M. Sos. I (Moderator) || Kanan: Dr. Hannani, M. Ag (Pembedah Buku)[/caption]

 

Kamis, 15 Februari 2018

Lauching & FGD Sosialisasi Pendaftaran PMB-UM PTKIN

STAIN Parepare--- Menjelang penerimaan mahasiswa baru, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Parepare melaksanakan  lauching sekaligus Focus Group Disscussion (FGD)  sosialisasi pendaftaran PMB (Penerimaan Mahasiswa Baru) Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM PTKIN), Kamis 15 Februari 2018.

[caption id="attachment_7015" align="alignnone" width="300"] (Foto: Menyanyikan Lagu Indonesia Raya)[/caption]

Kegiatan yang berlangsung di lantai 5 gedung Perpustakaan STAIN Parepare dengan dihadiri puluhan peserta utusan dari berbagai Sekolah Menengah Atas (SMA sederajat) yang tersebar baik itu di dalam kota maupun dari luar kota Parepare.

Muhammad Djunaidi selaku panitia inti mengatakan pelaksanaan FGD ini dilakukan dalam rangka persiapan sosialisasi secara menyeluruh yang akan dilaksanakan beberapa hari mendatang. “Dalam penerimaan mahasiswa baru ini ada tiga jalur penerimaan yang dilaksanakan oleh STAIN Parepare yaitu jalur SPAN (Seleksi Prestasi Akademik Nasional), kedua jalur ujian masuk, dan yang ketiga jalur mandiri”, jelasnya.

[caption id="attachment_7011" align="alignnone" width="300"] (Foto: Muhammad Djunaidi, ketua panitia inti menyampaikan laporan)[/caption]

Rencananya, ketiga jalur ini masing-masing telah ditetapkan jumlah presentase atau jumlah mahasiswa yang akan diterima yakni jalur pertama 35%, jalur kedua 40% dan jalur ketiga 25% dengan jumlah keseluruhan mahasiswa yang akan diterima sebanyak 1435 mahasiswa baru. Adanya pembatasan kuota penerimaan mahasiswa dilakukan guna menyinkronkan (penyesuaian) antara jumlah mahasiswa dengan kesediaan SDM (Sumber Daya Manusia) yang meliputi dosen serta kelas perkuliahan. Hal ini dilakukan guna memperoleh hasil yang lebih maksimal.

[caption id="attachment_7014" align="alignnone" width="300"] (Foto: Ahmad Sultra Rustan didampingi Muhammad Djunaidi, Sudirman L dan Zainal Said, Launching Pendaftaran PMB-UM PTKIN)[/caption]

Dalam sambutannya Ahmad Sultra Rustan selaku ketua STAIN Parepare mengungkapkan kepada peserta FGD berbagai kemajuan yang telah diraih oleh STAIN Parepare sekaligus mengungkapkan tugas utama sebuah perguruan tinggi yaitu tridharma perguruan tinggi: pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Di STAIN Parepare ini, untuk memenuhi amanat dalam rangka melaksanakan tridharma perguruan tinggi, maka kami berusaha melaksanakan kegiatan-kegiatan pendidikan yang benar-benar bermanfaat dan berdaya guna bagi masyarakat setelah mereka semua berubah menjadi  alumni”, ungkap Ahmad Sultra Rustan saat memberi sambutan.

[caption id="attachment_7013" align="alignnone" width="300"] (Foto: Peserta FGD Menyaksikan Video Sekilas tentang STAIN Parepare)[/caption]

Selain itu ketua STAIN Parepare juga memberikan informasi tentang berbagai macam program studi baru yang telah dimiliki STAIN Parepare seperti program studi pariwisata syariah yang hanya ada 2 di perguruan tinggi di Indonesia yaitu  universitas negeri Mataram dan STAIN Parepare

Jumat, 22 April 2016

Perpusatakaan STAIN Parepare Gelar Bedah Buku

STAIN PAREPARE-Di tengah hiruk pikuk aktivitas dikampus perpustakaan STAIN Parepare menggelar BEDAH BUKU dalam empat karya, Intruduction to linguistics karya Abdul Haris Sunubi, M. Pd., Dinamika Pemikiran Ulama Dalam Rana Pembaruan, karya Dr.Rahmawati M. Ag., The Rabbani Management Style, karya Dr. Anwar Sewang M. Ag., dan karya Dr. Muhammad Qadaruddin, M. Sos. I, dengan judul Kepemimpinan Politik Prespektif Komunikasi.

Bedah buku ini dilaksanakan di Aula STAIN Parepare mulai tanggal 18-21 April 2016  yang dihadiri oleh puluhan mahasiswa dan dosen STAIN Parepare.

Wakil ketua I Muh Djunaedi M. Ag., dalam sambutanya mengatakan bahwa buku adalah jendela dunia karena buku kita dapat mengetahui berbagai hal serta berbagai ilmu pengetahuan yang akan mampu membuat kita lebih pintar dan memiliki wawasan yang luas dan buku merupakan alat untuk mentransfer tacit knowledge menjadi eksplisit knowledge sehingga memudahkan dalam penyebran ilmu pengetahuan. Namun dalam proses pemahamanya, dibutuhkan upaya penalaran yang tepat dan kritis. Dan salah satu cara untuk memahami buku secara lebih detail, tepat dan kritis adalah dengan mengadakan kegiatan atau yang sering disebut dengan Resensi Buku.

Dengan adanya bedah buku yang dilaksanakan secara rutine oleh Unit Perpustakaan STAIN Parepare setiap tahun dengan memberikan kesempatan, ruang dan waktu untuk para akademisi di lingkungan STAIN Parepare yang memiliki karya tulis ilmiah berupa buku untuk turut serta dalam kegiatan  tersebut baik sebagai pengarang/penyusun maupun sebagai pembedah buku. Bedah Buku tersebut merupakan momentum yang tepat bagi kalangan akademisi untuk bisa memberikan pandangan ilmiah serta berbagai pendapat kritis.

Kegiatan Bedah Buku merupakan identitas bagi para akademika, sekaligus sebagai ajang riil untuk eksistensi sebuah komunitas akademik. Khusus untuk para mahasiswa kegiatan Bedah Buku merupakan suatu wahana yang tepat untuk mengasah serta mempertajam kemampuan berfikirnya dalam memahami ide-ide yang dipublikasikan ke publik. Bedah buku merupakan salah satu sarana untuk mengembangkan kekritisan bernalar mahasiswa sebagai AGEN OF CHANGE.

Kegiatan Bedah Buku bukan hanya bermanfaat untuk mengasah COGNITIF ABILITY terhadap POP CULTURE  yang sedikit mengeliminasi peran budaya kritis yang saat ini cenderung terjadi.

Kegiatan ini sebagai ajang transfer pengetahuan yang memliki efek domino yang positif bagi semua pinak yang terlibat didalamnya baik dosen sebagai akademisi maupun mahasiswa sebagai AGEN OF CHANGE dalam kehidupan pribadi maupun eksistensinya dalam masyarakat.
Bedah Buku merupakan identitas bagi para akademika, sekaligus sebagai ajang riil untuk eksistensi sebuah komunitas akademik dan bermanfaat untukl mengasah COGNITIF ABILITY terhadap POP CULTURE yang sedikit mengeliminasi peran budaya kritis yang saat ini cenderung terjadi.http://www.stainparepare.ac.id/2016/04/20/pertemuan-akademik-jurusan-syariah-dan-ekis/http://www.stainparepare.ac.id/2016/04/14/pengumuman-penerimaan-dosen-tetap-stain-parepare/http://www.stainparepare.ac.id/2016/04/08/pengumuman-kkn-tahun-2016/